|
KIMIA
|
Waspadai Bahan Kimia Rumah Tangga 11 Juni 2011
Apakah Anda termasuk orang yang mempunyai kepedulian yang besar dengan masalah kesehatan?. Tahukah kita, tanpa kita sadari, barang-barang kebutuhan sehari-hari yang kita gunakan, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh kita. Sekarang ini semakin banyak industri yang menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mulai dari deterjen, pembersih lantai,pasta gigi, pemutih, dll hampir semuanya mengunakan bahan kimia hasil industri. Diantara bahan-bahan kimia tersebut ada yang berbahaya atau bersifat racun, oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui jenis, sifat-sifat, serta bahaya dari setiap bahan-bahan kimia yang kita gunakan di rumah. Deterjen mengandung STTP (sodium tripolyphosphate), yaitu suatu zat aditif untuk mengatasi keasadahan dan mencegahkotoran melekat kembali ke bahan cucian (redeposisi). Akan tetapi, ternyata hal itu menimbulkan masalah, sebab fosfat merupakan nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Akibatnya, limbah deterjen akan memacu perkembangan tumbuhan air, seperti ganggang dan eceng gondok. Ketika tumbuhan itu mati, selanjutnya diuraikan oleh bakteri. Penguraian ini membutuhkan oksigen sehingga jumlah oksigen didalam air menjadi berkurang. Akibatnya, ikan dan hewan air yang lain tidak dapat bernafas dan akhirnya mati. Selain itu Ganggang yang menutupi permukaan air dapat menghambatsinar matahari untyuk masuk kedalam air. Akibatnya, tanaman air tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga lama-kelamaan akan mati. Pembersih lantai Bahan utama dalam pembersih lantai adalah disinfektan (pembasmi kuman). Disinfektan yang pertama digunakan dalam pembersih lantai yaitu fenol atau asam karbolat (carbolic acid). Fenol tergolong zat yang beracun dan merusak kulit. Sekarang ini, terdapat berbagai disinfektanlain yang lebih baik, misalnya heksil resorsinol dan kresol Pasta Gigi Bahan utama dalam pasta gigi adalah deterjen danabrasive (Penggosok seperti amplas). Salah satu deterjen yang banyak digunakan dalam pasta gigi adalah natrium laurel sulfat. Abrasive yang ideal harus cukup keras untuk membersihkan gigi, tetapi jangan terlalu keras, sehingga tidak merusak email gigi. Abrasive yang digunakan dalam pasta gigi diantaranya adalah silica (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3), dan baking soda. Untuk menguatkan gigi, pasta gigi sering dengan senyawa flourida, misalnya natrium flourida (NaF). Senyawa flourida pada pasta gigi dapat mengubah sebagian email gigi menjadi bahan yang lebih kuat dari pada email semula Pemutih pakaian digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada pakaian.Pemutih yang beredar dipasaran, umumnya mengandung senyawa hipoklorit sebagai bahan aktifnya. Latutan pemutih mengandung senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 % ; sedangkan serbuk pemutih mengandund senyawa kalsium hipoklorit, Ca(ClO)2. .Pemutih merupakan bahan kimia yang sangat reaktif. Mencampur bahan pemutih dengan bahan rumah tangga lainnya dapat sangat berbahaya. Misalnya, jika pemutih dicampur dengan pembersih kloset yang mengandung asam klorida dapat menghasilkan gas klorin. Gas klorin dapat merusak saluran pernafasan, dan jika kadarnya cukup besar dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas beracun, yaitu kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4). Oleh karena itu jangan sekali-kali mencampur pemutih dengan bahan lain tanpa petunjuk atau pengetahuan yang jelas. Penggunaan bahan kimia tidak dapat dihindari karena sebagian bahan kimia sangat menunjang kehidupan kita. Namun, penggunaan bahan kimia secara tidak tepat bisa berdampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Tinggalkan komentar |