<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KAMPUS PI-M &#187; &#8211; ARTIKEL UMUM</title>
	<atom:link href="http://www.putraindonesiamalang.or.id/topic/artikel/umum-artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id</link>
	<description>Touch Your Future</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 04:12:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>95 Guru Kota Malang Berebut Empat Terbaik</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/909</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/909#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 05:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[MALANG &#8211; Sebanyak 95 guru se-Kota Malang bersaing untuk menjadi yang terbaik di ajang guru prestasi 2010. Mereka berasal dari guru TK hingga SMA sederajat. Sejak Sabtu (3/4) hingga hari ini, mereka menjalani seleksi sangat ketat di SMAN 4. Dari 95 guru itu nantinya hanya dipilih empat guru, masing-masing berasal dari tingkat TK, SD, SMP, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG</strong> &#8211; Sebanyak 95 guru se-Kota Malang bersaing untuk menjadi yang terbaik di ajang guru prestasi 2010. Mereka berasal dari guru TK hingga SMA sederajat. Sejak Sabtu (3/4) hingga hari ini, mereka menjalani seleksi sangat ketat di SMAN 4. Dari 95 guru itu nantinya hanya dipilih empat guru, masing-masing berasal dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA.</p>
<p>Dan awal Mei nanti, empat guru terbaik itu akan menerima penghargaan dari Wali Kota Malang Peni Suparto. &#8220;Empat terbaik nantinya wajib mengikuti seleksi lagi di tingkat Jatim pada Juni dan nasional pada Agustus mendatang,&#8221; kata Tri Suharno, panitia seleksi dihubungi kemarin.</p>
<p>Para peserta seleksi ini bukan guru biasa. Sebab mereka telah melewati proses seleksi minimal di sekolahnya masing-masing. Khusus untuk guru TK juga melewati proses seleksi di tingkat kecamatan. Karena untuk mendapatkan status prestasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.</p>
<p>Di antaranya, minimal sudah mengajar lima tahun, pernah menulis penelitian tindakan kelas, berperilaku baik, minimal bahasa Inggris pasif, dan tentu punya prestasi akademik lain. Karena materi dalam seleksi juga cukup ketat.</p>
<p>Selain tes tulis tulis yang terkait dengan ilmu keguruan, ada psikotes, serta ujian tulis tentang penguasaan wawasan umum, dan wawancara. Para penguji pun diambilkan dari penguji independen dari berbagai disiplin ilmu. &#8220;Karena di tingkat nasional Agustus nanti wajib menggunakan bahasa Inggris, maka mereka harus benar-benar dipilih yang terbaik,&#8221; tegas Tri. <strong>(abm/ziz/ Jawa Pos)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/909/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3.015 Siswa Berebut 150 Kursi SMAN 10 Malang</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/906</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/906#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 05:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Program Beasiswa Sampoerna Foundation di SMAN 10
MALANG - Program pendidikan beasiswa berasrama di SMAN 10 yang didukung Sampoerna Foundation mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Jatim. Tercatat ada 3.015 aplikasi calon siswa yang telah masuk ke panitia seleksi di SMAN 10.
Padahal, program pendidikan yang dinamakan dengan Sampoerna Academy itu hanya butuh 150 siswa. Jumlah pendaftar ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Program Beasiswa Sampoerna Foundation di SMAN 10</strong></p>
<p><strong>MALANG </strong>- Program pendidikan beasiswa berasrama di SMAN 10 yang didukung Sampoerna Foundation mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Jatim. Tercatat ada 3.015 aplikasi calon siswa yang telah masuk ke panitia seleksi di SMAN 10.</p>
<p>Padahal, program pendidikan yang dinamakan dengan <em>Sampoerna Academy</em> itu hanya butuh 150 siswa. Jumlah pendaftar ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 2.000 siswa. &#8220;Kami dalam dua pekan ini konsentrasi menyeleksi aplikasi yang sudah masuk,&#8221; kata Niken Asih Sandjojo, kasek SMAN 10, kemarin.</p>
<p>Program ini memang cukup menggiurkan. Karena lulusan SMP yang bisa menembus di program ini bakal mendapatkan beasiswa selama tiga tahun. Total dana beasiswa yang akan diterima masing-masing siswa sebesar Rp 150 juta.</p>
<p>Tentu uang sebesar itu tak semuanya diwujudkan dalam bentuk tunai. Tapi untuk biaya sekolah tiga tahun, asrama, uang makan, tranportasi, dan uang saku. Semuanya ditanggung Sampoerna Foundation, selaku penyandang dana program ini. &#8220;Ini kan tahun kedua jadi peminatnya tentu semakin banyak,&#8221; imbuh Niken.</p>
<p>Tak mudah memang untuk lolos ke program yang hanya ada di Malang dan Palembang ini. Sebab, selain syaratnya harus siswa yang cerdas yang diukur dengan nilai akumulasi selama di SMP, juga harus anak dari orang tua kurang mampu.</p>
<p>Untuk mengukur keluarga tak mampu, ada tim yang survei langsung ke siswa yang mendaftar. Dari data yang dimasukkan berupa bukti siswa tak mampu itu bisa ditelusuri keasliannya. &#8220;Pengawasan benar-benar ketat karena intinya ingin mengangkat siswa kurang mampu,&#8221; imbuh Niken.</p>
<p>Niken menambahkan, dibandingkan tahun lalu, program ini ada sedikit perbedaan. Karena tahun ini ada tambahan 60 siswa non-beasiswa. Sebanyak 60 siswa non-beasiswa itu adalah anak dari warga Sawojajar dan sekitarnya. Mereka hanya berhak mengikuti program pembelajarannya, tapi tak berhak mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Bahkan, 60 siswa ini juga tak diasramakan sebagaiamana 150 siswa lain. &#8220;Selama proses pembelajaran nanti mereka dicampur dalam satu kelas. Jadi tidak ada pembedaan antara yang beasiswa dan nonbeasiswa,&#8221; ungkap Niken. (<strong>abm/ziz/ Jawa Pos</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/906/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KERJAAN MASKULIN TAMPILAN FEMININ</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/537</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/537#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 01:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Indonesia hingga kini masih terkenang dengan jasa-jasa Raden Ajeng (RA) Kartini. Perempuan kelahiran jepara itu menjadi inspirasi kaum hawa untuk sederajat dengan kaum adam dalam kehidupan.
Jika dilihat dari surat-surat yang terankai dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, akan tampak keinginan kartini untuk memperjuangkan kaum perempuan agar menjadi istri yang tangkas dan cekatan dalam mendampingi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="0in;" align="justify">
<a href='http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/537/dscf0418' title='dscf0418'><img width="150" height="150" src="http://www.putraindonesiamalang.or.id/wp-content/uploads/2009/05/dscf0418-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="dscf0418" /></a>
<a href='http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/537/dscf0431' title='dscf0431'><img width="150" height="150" src="http://www.putraindonesiamalang.or.id/wp-content/uploads/2009/05/dscf0431-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="dscf0431" /></a>
Masyarakat Indonesia hingga kini masih terkenang dengan jasa-jasa Raden Ajeng (RA) Kartini. Perempuan kelahiran jepara itu menjadi inspirasi kaum hawa untuk sederajat dengan kaum adam dalam kehidupan.</p>
<p style="0in;" align="justify">Jika dilihat dari surat-surat yang terankai dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, akan tampak keinginan kartini untuk memperjuangkan kaum perempuan agar menjadi istri yang tangkas dan cekatan dalam mendampingi sang suami dan menjadi ibu yang cerdas dalam mendidik anaknya.</p>
<p style="0in;" align="justify"><span id="more-537"></span></p>
<p style="0in;" align="justify">Dalam masyarakat sosok kartini diatas  identik dengan kebangkitan perempuan untuk sejajar dengan laki-laki. Dalam berprofesipun seorang kartini modern sudah terbukti sejajar dengan laki-laki. Profesi yang di sandangpun berbagai macam mulai dokter, jaksa, astronot, atlet, pengusaha, walikota sampai presiden. Maka tak heran jika mereka menjadi kartini modern.</p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">Sosok Ida Ratna Sari adalah salah satu diantara ribuan kartini modern. perempuan yang tinggal di Jl. Pisang Candi Malang ini terbukti mampu sejajar dengan kaum laki-laki. Tak banyak berbeda dengan kaum perempuan lainya saat bekerja dia juga memakai kosmetik hal ini dia lakukan agar dia merasa tetap segar dan pede dalam melayani konsumen.“ Saya merasa bangga karna saya bisa mengerjakan pekerjaan yang dahulu dikerjakan oleh kaum laki-laki”, cetus Ida karyawan SPBU 54.651.70 Sawojajar ini. Lebih lanjut  Meski  tiap hari harus berdiri rata-rata 8 jam sehari dan  darus dua kali oper angkot saat kerja  dia tetap konsisten berjuang dengan pekerjaan yang dia geluti.</p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">SPBU  yang terletak di perempatan Jl. Sulfat menuju Sawojajar ini memberlakukan 2 shift untuk karyawan perempuan. Shift pertama pukul (06.00-14.00 WIB) shift kedua (14.00 – 21.00 WIB).SPBU yang ada di ujung  jalan sulfat ini ramai dikunjungi konsumen saat pukul jam 06.00 WIB &#8211; 07.30 WIB sedang sore pukul 15.00 WIB -16.00 WIB. Wawan Manager SPBU ini menjelaskan kalau karyawannya memang sebagian besar wanita. Dari total 20 karyawan 12 diantaranya wanita sisanya laki-laki. “ Kita mengutamakan cewek karena kemungkinan untuk berbuat curang sangat kecil, selain itu cewek juga lebih konsisten, tertib,dan selalu menjalankan 3S (senyum, sapa dan salam)  kepada konsumen”, Ungkap wawan. Karena ingin memuaskan pelanggan  sehingga menjadi nilai plus dibanding dengan SPBU yang lain di tempat ini juga disediakan pengisian angin dan radiator secara gratis.<strong>(apry-bcoret)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/537/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENDDKAN TENAGA KESEHATAN BIDANG FARMASI SERTA PELUANG KERJANYA</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/394</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/394#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 09:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN BIDANG FARMASI DAN PERKEMBANGANNYA SERTA PELUANG KERJANYA
Pada dasarnya tenaga kesehatan di bedakan menjadi tenaga kesehatan perawatan dan non keperawatan. Kebanyakan dari masyarakat kita lebih mengenal tenaga kesehatan keperawatan dibanding yang non keperawatan. Seperti Perawat, Bidan, Dokter dan lain-lain. Padahal selain itu tenaga Kefarmasian, Gizi, Radiologi, dan lain-lain juga termasuk tenaga kesehatan. Demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: small;"><strong>PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN BIDANG FARMASI DAN PERKEMBANGANNYA SERTA PELUANG KERJANYA</strong></span></p>
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Pada dasarnya tenaga kesehatan di bedakan menjadi tenaga kesehatan perawatan dan non keperawatan. Kebanyakan dari masyarakat kita lebih mengenal tenaga kesehatan keperawatan dibanding yang non keperawatan. Seperti Perawat, Bidan, Dokter dan lain-lain. Padahal selain itu tenaga Kefarmasian, Gizi, Radiologi, dan lain-lain juga termasuk tenaga kesehatan. Demikian juga dengan proses pendidikannya. Kecenderungan masyarakat kita dalam menentukan pendidikan di bidang kesehatanuga tak jauh beda. Rata-rata dari pemikiran mereka kalau menunutut pendidikan dibidang kesehatan adalah yang peluang kerjanya langsung ke bidang keperawatannya.</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Berbicara mengenai pendidikan tenaga kesehatan yang dewasa ini semakin menjamur di tanah air tercinta kita ini, kita sebagai masyarakat tentunya harus benar-benar jeli dan teliti dalam memilih, terutama mengenai proses pembelajarannya, peluang-peluang lulusannya, serta prospek kedepannya.</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Karena begitu banyaknya pendidikan tenaga kesehatan yang ada sa&#8217;at ini, secara khusus kami akan mengajak anda semua membahas pendidikan tenaga kesehatan di bidang kefarmasian. Sejenak kita kita akan menengok kebelakang antara 10 sampai kira-kira 20 tahun kebelakang mengenai pendidikan tenaga farmasi yang ada pada sa&#8217;at itu. Pada sekitar tahun 1970-an kita semua mengenal dengan adanya sekolah asisten apoteker (SAA), yang kemudian pada tahun 1980-an berubah namanya menjadi sekolah menengah farmasi. Seiring dengan perkembangan pendidikan yang terjadi di masyarakat Indonesia, Pada pertengahan tahun 90-an Departemen Kesehatan mengeluarkan peraturan bahwa pendidikan tenaga kesehatan minimal harus setingkat diploma 3. Demikian pula yang terjadi dengan pendidikan tenaga kefarmasian. Yang pada akhirnya menjadi Diploma 3 Farmasi dan Diploma 3 Analis Farmasi dan Makanan. Semua program pendidikan kefarmasian di atas merupakan sebuah pendidikan profesi, yaitu Asisten Apoteker yang ikatan profesinya adalah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI). Untuk Pendidikan tenaga kefarmasian Strata satu dan Profesi Apoteker saya kira tidak begitu banyak perubahan yang terjadi hingga sa&#8217;at ini.</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Karena merupakan sebuah profesi, maka dalam bekerja seorang Asisten Apoteker harus mempunyai Surat Ijin Kerja ( SIK ), Surat Ijin Asisten Apoteker ( SIAA ) dan Surat Sumpah Asisten Apoteker, Mulai dari yang alumni Sekolah Asisten Apoteker (SAA), Sekolah Menengah Farmasi (SMF) sampai dengan Diploma 3 Farmasi ( D3 Farmasi) dan Diploma 3 Analis Farmasi dan Makanan (D3 Akafarma)</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Pada akhir tahun 2008 ini kita seikit patut berbangga kepada komitmen Departemen Kesehatan mengenai Proses Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipilnya. Karena di dalam persyaratan proses penerimaannya khususnya untuk profesi Asistan Apoteker sudah mempersyaratkan lulus Diploma 3 Farmasi / Diploma 3 Analis Farmasi dan Makanan. Apalagi bila nanti benar-benar terjadi kalau penanganan obat baik di lingkungan Rumah Sakit maupun Puskesmas harus Asisten Apoteker, kita bisa bayangkan berapa banyak dibutuhkan tenaga Asisten Apoteker di lingkup pelayanan kesehatan.</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">Disini kita mulai diajak berhitung mengenai berapa benyak dibutuhkannya Asisten apoteker dilingkungan Dinas Kesehatan. Kita tidak usah berbicara di Tingkat Nasional. Kita mungkin cukup di Tingka Propinsi saja yaitu Jawa Timur. Berdasarkan data yang kami peroleh dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur pada tahun 2006 adalah sebagai berikut :</span></p>
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">PUKESMAS </span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<col width="165"></col>
<col width="91"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Puskesmas Induk</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">930    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Puskesmas Pembantu</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">2.255    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Puskesmas Keliling</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">955    buah</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="normal;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify"><span style="small;">RUMAH SAKIT UMUM DAN KHUSUS</span></p>
<p style="normal;" align="justify">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<col width="165"></col>
<col width="91"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Umum Propinsi</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">4    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Umum 			Kabupaten/Kotamadya</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">41    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Umum BUMN</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">11    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Umum Swasta</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">69    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Khusus Paru</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">2    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Khusus Kusta</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">3    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Khusus Jiwa</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">2    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Rumah Sakit Khusus Swasta</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">54   buah</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="0cm;">
<p style="0cm;"><span style="small;">PERUSAHAAN FARMASI</span></p>
<p style="0cm;">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<col width="165"></col>
<col width="91"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Apotek</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">1.643    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Pedagang Besar Farmasi</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">402    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Industri Alat Kesehatan</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">67    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Gudang Farmasi ( Pemerintah)</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">38    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Industri Obat</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">42    buah</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="64%">
<p align="justify"><span style="small;">Industri Obat Tradisional</span></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="justify"><span style="small;">443   buah</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="0cm;">
<p style="0cm;" align="justify"><span style="small;">Kemungkinan bertambahnya jumlah dari data-data tersebut di atas sangat besar sekali, mengingat prospek dan pertumbuhan usaha di bidang jasa kesehatan umumnya dan Farmasi pada khususnya sangat menjamur di sekitar kita.</span></p>
<p style="0cm;">
<p style="0cm;" align="justify"><span style="small;">Dengan berkembangnya usaha dan jasa pelayanan bidang kesehatan, maka pertumbuhan di dunia pendidikan tenaga kesehatanpun tidak kalah serunya. Kita semua tahu berapa banyaknya sekolah-sekolah kesehatan yang ada di sekitar kita, terutama sekolah kesehatan yang berhubungan langsung dengan keperawatan. Kalau kita lihat data di atas, memang peluang-peluang kerjanya sangat luas sekali, terutama pendidikan kesehatan di bidang Kefarmasian. Kita bisa bayangkan seandainya pada tahun 2010 pemerintah benar-benar dapat mewujudkan Indonesia sehatnya. Puskesmas untuk distribusi obat di lingkupnya menggunakan tenaga asisten apoteker, Pelayanan obat tiap  ruang di Rumah sakit menggunakan Asisten Apoteker dan lain-lain. Memang tingkat kebutuhan tenaga kerjanya untuk Puskesmas dan Rumah Sakit dibanding tenaga kesehatan lainnya relatif lebih banyak di banding tenaga asisten apoteker. Tapi kalau kita lihat peluangnya mungkin sama atau bahkan lebih besar jika kita juga memperhitungkan perbandingan jumlah lembaga pendidikan bidang kefarmasian dibandingkan lembaga pendidikan tenaga kesehatan lainnya.</span></p>
<p style="0cm;" align="justify">
<p style="0cm;" align="justify"><span style="small;">Disamping peluang-peluang yang ada di atas tadi, dalam kehidupan keseharian kita hampir tidak lepas dari dunia kefarmasian. Mulai dari makanan, alat kesehatan, sampai kosmetik. Yang semua produk-produk tersebut proses produksi dan pengawasannya dilakukan oleh tenaga farmasi.</span></p>
<p style="0cm;" align="justify">
<p style="0cm;" align="justify"><span style="small;">Mayoritas masyarakat kita kurang begitu faham mengenai dunia kefarmasian. Anggapan masyarakat kita adalah bidang farmasi adalah obat-obatan demikian pula sebaliknya. Sedangkan peluang peluang lainnya seperti makanan dan minuman, alat kesehatan, kosmetik, obat tradisional (jamu) dan lain-lain adalah bagian dari dari pekerjaan kefarmasian mulai dari awal proses produksi, kualitas kontrol, sampai peredaran di masyarakat (konsumen).</span></p>
<p style="0cm;" align="justify">
<p style="0cm;" align="justify"><span style="small;"><strong><em>Karena besarnya peluang prospek kerja kedepannya yang begitu menjanjikan, Yayasan “Putera Indonesia Malang” (PI-M) yang beralamat di Jalan Barito nomor 5 Malang, dengan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) dan Akademi Farmasi (AKFAR)nya yang terakreditasi B mengajak teman-teman yang akan lulus SMU / SMK sederajat untuk bergabung dan memanfaatkan besarnya peluang dan prospek kerja kedepan yang begitu sangat menjanjikan ini. Melalui proses pembelajaran yang senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan user ( pelayanan kesehatan, dunia usaha dan industri) dan bursa kerjanya yang senantisa menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan user, Akademi Analis Farmasi dan Makanan dan Akademi Farmasi “Putra Indonesia Malang” merupakan solusi tepat untuk melanjutkan pendidikan dengan biayanya terjangkau, lulusannya siap bekerja dan proffesional di bidangnya.  Untuk informasi pandaftaran dan keterangan lebih lengkap silahkan hubungi AKAFARMA DAN AKFAR “PUTRA INDONESIA MALANG” JALAN BARITO No. 5 MALANG TELP (0341) 491132, 492052 FAX. (0341) 485411. </em></strong><span><span style="normal;">Contact Person : Aghis – 085 64 666 5884, Apry – 081 333 222 733, Hartanto – (0341) 8155 233, Tantrien – 081 330 34 3333, Diah (0341) 7376 409</span></span></span></p>
<p style="0cm;" align="justify">
<p style="normal;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/394/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Fotografi</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/325</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/325#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 07:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda
dalam mengembangkan keterampilan fotografi.
Selalu Bawa Kamera Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen
yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah
suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena
Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda
temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.putraindonesiamalang.or.id/wp-content/uploads/2008/10/mmfoto1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-327 alignleft" style="float: left;" src="http://www.putraindonesiamalang.or.id/wp-content/uploads/2008/10/mmfoto1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda<br />
dalam mengembangkan keterampilan fotografi.</p>
<p>Selalu Bawa Kamera Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen<br />
yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah<br />
suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena<br />
Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda<br />
temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut dapat<br />
memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda<br />
dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda<br />
lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang<br />
cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.                                                                                        <span id="more-325"></span></p>
<p>Foto Lebih Banyak Lagi Jika Anda berfikir bahwa Anda telah<br />
cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah<br />
pemilik kamera dijital. Hasil foto kamera dijital disimpan dalam format dijital<br />
(berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak.<br />
Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda,<br />
namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan<br />
hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil<br />
banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil foto<br />
tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan<br />
sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.</p>
<p>Percaya pada Mata Anda Mempelajari aturan-aturan composition<br />
adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku<br />
dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah<br />
objek, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika<br />
Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.</p>
<p>Latih Mata Anda Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang<br />
Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil<br />
foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada<br />
saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali<br />
hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi<br />
Anda.</p>
<p>Kenali Kamera Anda Anda tidak perlu menghafal setiap fitur<br />
pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda<br />
dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas<br />
fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling<br />
saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur<br />
kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur<br />
apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.</p>
<p>Selalu Bekerja pada Berkas Salinan Hal ini berlaku untuk era<br />
baru fotografi yaitu kamera dijital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat<br />
foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli.<br />
Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa<br />
perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur  <strong>( joko apry/ infokom pi-m )</strong></p>
<p style="0cm;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/325/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tua Tapi Mesra</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/313</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/313#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 08:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[ Sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disampingku. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman.
Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua
sedotan, menaruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="justify;"><strong> S</strong>epasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disampingku. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman.</p>
<p style="justify;">Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua<br />
sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja.</p>
<p style="justify;">Aku memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut &amp; kagum, pikirku&#8230; &#8220;Wah sudah tua-tua begitu masih bisa saling berbagi &amp; mengasihi&#8230;.sungguh patut dijadikan contoh&#8230;&#8221;</p>
<p style="justify;">Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan. Akupun merasa kasian, akhirnya mendekat sembari menyodorkan kentangku yang Super Size dan berkata: &#8220;Kek ambillah ini&#8230;&#8221;</p>
<p style="justify;">Si Kakek jawab: &#8220;Tidak usah terima kasih..kami selalu berbagi makanan yang sama&#8221;.</p>
<p style="justify;">Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.</p>
<p style="justify;">Akupun mendekat lagi, kali ini berkata: &#8220;Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?&#8221;</p>
<p style="justify;">Si Nenek jawab: &#8220;Tidak terimakasih..&#8221;</p>
<p style="justify;">Lalu Aku bertanya lagi, &#8220;Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?&#8221;</p>
<p style="justify;">Kata si Nenek, &#8220;SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI&#8230; GANTIAN SAMA KAKEK!!&#8221; <strong>(KapanLagi.com/rit/apry infokom pi-m)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/313/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyesuaikan Kamera Ponsel Dengan Kondisi Pencahayaan</title>
		<link>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/303</link>
		<comments>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/303#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 03:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joko_humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[- ARTIKEL UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.putraindonesiamalang.or.id/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[
Akanlah sangat bagus jika kondisi pencahayaan ketika pengambilan foto selalu dalam keadaan optimal, namun pada kenyataannya tidak selalu begitu. Tidak seperti kamera dengan film 35mm atau kamera digital yang punya setting manual, kamera dari ponsel tidak dilengkapi dengan dengan kontrol yang melimpah untuk melakukan manipulasi pada lensa untuk menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan. Dengan dasar tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="200px;"><a href="http://www.kapanlagi.com/p/kamera_ponsel.jpg"><img style="middle;" src="http://www.kapanlagi.com/p/kamera_ponsel.jpg" alt="Lihat Gambar" /></a></div>
<p><strong></strong>Akanlah sangat bagus jika kondisi pencahayaan ketika pengambilan foto selalu dalam keadaan optimal, namun pada kenyataannya tidak selalu begitu. Tidak seperti kamera dengan film 35mm atau kamera digital yang punya <em>setting manual</em>, kamera dari ponsel tidak dilengkapi dengan dengan kontrol yang melimpah untuk melakukan manipulasi pada lensa untuk menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan. Dengan dasar tersebut, maka Anda harus melakukan suatu penyesuaian tersendiri untuk menghadapi kondisi pencahayaan yang tidak ideal.</p>
<p><strong>Hindari cahaya yang kurang</strong></p>
<p>Kamera ponsel secara otomatis akan menyesuaikan kecepatan <em>shutter</em> berdasarkan jumlah cahaya yang tersedia, karena itu sulit untuk menangkap gambar secara detail pada lingkungan dengan pencahayaan rendah. Mengambil foto pada lingkung yang lebih bercahaya akan meningkatkan kecepatan <em>shutter</em> dan hasilnya hasil foto akan lebih tajam. Prinsipnya di sini yaitu semakin banyak cahaya yang tersedia, makin tajam pula foto yang dihasilkan. Bahkan pada ponsel yang dilengkapi dengan <em>flash</em> akan hanya sedikit membantu karena jangkuannya hanya sekitar 60-90 cm, dibandingkan dengan jangkauan 3 sampai 4,5 meter yang dihasilkan oleh kamera digital kelas menengah.</p>
<p><strong>Sesuaikan level brightness</strong></p>
<p>Jika gambar yang tampak pada layar ponsel Anda tampak terlalu gelap atau terang, coba atur level <em>brightness</em> sebelum melakukan pemotretan. Sambil melakukan pengaturan, Anda langsung bisa melihat perbedaannya pada layar, terutama ketika sedang mengambil gambar dari objek dengan elemen yang berwarna cerah.</p>
<p><strong>Mengatur white balance</strong></p>
<p>Pada beberapa kasus, bukan hanya pencahayaan cukup yang perlu diperhatikan tapi juga seperti apa tipe cahaya yang didapat. Dalam hal ini, penyesuaian <em>white balance</em> dapat meningkatkan kualitas hasil foto Anda. Fotografer berpengalaman akan menggunakan kartu putih polos dan abu-abu untuk membantu menentukan <em>white balance</em>. Tapi tidak semua orang punya niat dan waktu untuk melakukan prosedur semacam ini. Untuk itu, Anda tinggal memastikan pengaturan <em>white balance</em> ke <strong>Auto</strong>. Tetapi jika <em>setting</em> tidak begitu bekerja dengan baik pada kondisi pencahayaan tertentu, Anda dapat melakukan teknik yang sama seperti yang dilakukan para profesional:<br />
- Tempatkan selembar kertas atau kartu berwarna putih di depan Anda.<br />
- Masuk ke dalam mode pengambilan foto.<br />
- Lihatlah kertas atau kartu putih itu melalui layar.<br />
- Jika kertas atau kartu tersebut nampak melenceng dari warnanya (misal terlalu kuning atau merah), masuk ke <em>setting white-balance</em> ponsel Anda, atur sampai kertas atau kartu itu nampak seputih mungkin.</p>
<p><strong>Hindari  cahaya dari depan</strong></p>
<p>Sebelum mengambil foto, lihatlah dulu dari mana sumber cahaya datang. Ketika sumber cahaya ada di belakang objek foto Anda, maka bidikan Anda akan terlihat terlalu gelap, hampir seperti sebuah siluet. Kamera dengan pengaturan lampu <em>flash</em> yang cukup dapat mengatasi hal ini, tetapi kamera ponsel bahkan yang dilengkapi dengan lampu <em>flash</em>, tidak punya fasilitas itu. Kecuali kalau memang tujuannya agar objek Anda nampak seperti siluet, yang paling bagus mengambil posisi di mana cahaya datang dari belakang Anda, bukan objek Anda.</p>
<p><strong>Mendekatlah ke objek</strong></p>
<p>Kamera ponsel menggunakan lensa dengan fokus yang tetap, dan panjang fokus (jarak antara titik tengah optik dari lensa dan tempat di mana gambar dapat diambil secara fokus) yang sangat pendek. Sebagai contoh untuk <strong>LG VX6000</strong> punya panjang fokus 3,3mm, sedangkan pada kamera dengan lensa 35mm, punya panjang fokus 50mm. Hal ini berarti pada kamera ponsel tetap dapat menangkap gambar dalam jangkauan yang luas tapi tidak bisa tajam. Jika objek terlalu jauh, makan akan terlihat sangat kecil. Paling bagus jika objek yang Anda bidik sekitar 90-120 cm di depan kamera ponsel Anda.</p>
<p><strong>Jangan gunakan zoom</strong></p>
<p>Pembuat kamera ponsel seperti pembuat kamera digital, suka melengkapi produk mereka dengan <em>digital zoom</em>. Tapi kamera digital paling tidak masih punya fasilitas <em>optical zoom</em>, yang mana benar-benar menggunakan optik dari lensa untuk membuat objek terlihat lebih dekat, tapi kamera ponsel benar-benar hanya terpaku pada <em>digital zoom</em>, itupun kalau ada. Mendapat panjang fokus yang terbatas, Anda mungkin akan tergoda untuk menggunakan <em>digital zoom</em> untuk memotret objek yang jauh. Hasilnya, bukan saja kualitas foto akan berkurang, tetapi Anda hanya dapat menggunakan fasilitas ini hanya ketika resolusi kamera ponsel Anda berada dalam resolusi rendah. Itu berarti hasil foto akan berukuran kecil. <strong>(cnet/cax/ apry infokom pi-m)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.putraindonesiamalang.or.id/archives/303/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
