AKAFARMA dan AKFAR PIM Tebar Penghargaan Mahasiswa berprestasi saat Wisuda -    Tingkatkan Profesionalitas Tenaga Teknis Kefarmasian lewat Uji Kompetensi

BERITA no image

Published on April 20th, 2011 | by marcella

2

SKENARIO PEMBELAJARAN SIMULASI APOTIK AKFAR PI-M 2011

Apotek merupakan salah satu tempat dimana pasien memperoleh pelayanan, informasi dan pengetahuan  khususnya tentang obat maupun alat kesehatan. Namun saat ini pelayanan di apotek tidak berbeda jauh dengan pelayanan yang ada di toko. Dimana pasien datang mencari dan membeli obat, setelah membayar lalu diberikan begitu saja tanpa ada informasi-informasi lain yang dibutuhkan oleh pasien. Ini terjadi karena minimnya kepedulian tenaga farmasis untuk memberikan pelayanan serta informasi kepada pasien. Mengacu pada hal tersebut maka peranan farmasis di apotik perlu ditingkatkan, sehingga pelanggan akan mendapatkan informasi kefarmasian secara menyeluruh.

Oleh karena itu Akademi Farmasi “Putra Indonesia “ Malang membuat mata praktek SIMULASI APOTEK dengan desain pembelajaran yang disesuaikan dengan aplikasi di Apotek.  Disini para mahasiswa mendapatkan pembekalan tentang pelayanan di apotek secara menyeluruh, sehingga diharapkan dapat  menerapkan ilmu kefarmasian dengan konsep  pelayanan berstandar  KIE (Komunikatif, Informatif,Edukatif).

Melalui Simulasi Apotek mahasiswa dapat menerapkan secara nyata pelayanan kefarmasian sesuai standart kompetensi ahli madya farmasi. Pelayanan kefarmasian ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien, hanya sekedar pelayanan obat dan perbekalan kesehatan kepada peningkatan derajat kesehatan pelanggan. Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, peranan Ahli Madya Farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku agar dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut dilakukan dalam ruangan yang telah didesain layaknya sama dengan apotek. Dengan desain ruangan yang sama dengan apotek maka diharapkan mahasiswa dapat merasakan betul kondisi apotek sebenarnya. Pelaksanaan  Simulasi apotik ditempuh selama 4 jam dalam tiap minggunya, dan diikuti oleh maksimal 30 mahasiswa. Pada saat mahasiswa melaksanakan Simulasi Apotek ada mahasiswa yang bertugas sebagai tenaga kefarmasian dan ada yang melaksanakan tugas sebagai pasien. Pada akhir pelaksanaan Simulasi Apotek hasilnya akan dievaluasi oleh 3 dosen praktikum. Dimana masing-masing dosen mempunyai tugas antara lain mengobservasi di bidang komunikasi, perilaku, administrasi, dan keilmuwan farmasinya. Tiap dosen dapat memberikan komentar serta saran bagi mahasiswa setelah peragaan selesai. Dilanjutkan dengan evaluasi feedback guna untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memecahkan permasalahan.

Sebagai contoh pada praktek simulasi apotik, pasien mengeluh mual-mual dikarenakan gangguan pencernaan, mahasiswa dapat memberikan solusi sebaiknya menggunakan domperidon karena dapat mengatasi mual diakibatkan pencernaan. Setelah itu mahasiswa dapat memberi informasi mengenai dosis,cara pemberian obat, dan efek samping kepada pasien. Dari hasil interaksi antar mahasiswa yang sebagai farmasis dengan yang sebagai pelanggan apotik akan mendapatkan evaluasi dari para dosen dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui kekurangan saat pembelajaran berlangsung dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada pembelajaran selanjutnya.

Oleh karena itu program Simulasi Apotik ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu kefarmasian sebagai kompetensi dalam melayani dan memberikan informasi kepada pelanggan. Sehingga mahasiswa dapat terampil dan memiliki pengetahuan luas tentang kefarmasian.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather


About the Author



2 Responses to SKENARIO PEMBELAJARAN SIMULASI APOTIK AKFAR PI-M 2011

  1. Misgiati says:

    Sip…sip…sip…

  2. Shirley says:

    This is your best writing yet!

    http://en.wikipedia.org/

Back to Top ↑

Menu Title