SEJARAH
SEJARAH PI-M
Atas dasar pemikiran, keinginan serta kebutuhan akan tenaga kefarmasian (khususnya tenaga asisten apoteker ), di kota Malang, beberapa praktisi pendidikan, organisasi profesi ( kefarmasian ), serta atas dukungan dari Wali Kota Malang saat itu, maka disepakati untuk mendirikan Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan kefarmasian di kota Malang yang saat itu belum ada. Pada tanggal 22 juli 1970 terbentuk Akte yayasan dengan nama Yayasan Putera Indonesia Malang, yang diterbitkan oleh notaris Moeslim Dalid.
Saat itu juga, Yayasan Putera Indonesia mendirikan lembaga pendidikan kefarmasian untuk jenjang menengah,yakni Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Putra Indonesia Malang, yang bernaung di bawah pembinaan Departemen Kesehatan.
Pada tahun itu juga, SAA Putra Indonesia Malang berhasil meluluskan angkatan pertama. Di luar dugaan, semua lulusan tersebut langsung mendapat pekerjaan sesuai dengan bidang kefarmasian.
Pada tahun itu 1974, pemerintah membuat keputusan agar sekolah asisten apoteker berganti nama menjadi Sekolah Menengah Farmasi Putra Indonesia Malang. Dan di masa itu pula lulusan Putra Indonesia Malang mulai merambah wilayah-wilayah lain di luar Jawa Timur, misalnya Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Timor Leste, bahkan Irian Barat. Fenomena ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat luas terhadap kualitas lulusan Putra Indonesia Malang.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dari dunia industri, khususnya bidang kimia, maka pada tahun 1989, Yayasan Putera Indonesia menambah satu lembaga pendidikan lagi, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Program Studi Kimia Industri. Lembaga ini di bawah pembinaan Departemen Pendidikan Nasional.
Selain mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, tingkat kepercayaan Pemerintah Republik Indonesia juga tak kalah tingginya. Hal ini dibuktikan pada tahun 1996 Yayasan Putera Indonesia Malang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan konversi dari jenjang menengah ke jenjang diploma III. Konversi ini berkaitan dengan keputusan pemerintah, bahwa sumber daya manusia yang bekerja di dunia kesehatan, maka minimal berijazah Diploma III.
Pada tanggal 12 Februari 1996, keluar surat keputusan Menteri Kesehatan RI dengan nomor HK.00.06.1.1.488. Dengan keputusan tersebut maka Yayasan Putera Indonesia Malang memiliki kewenangan dan hak untuk mendirikan jurusan Akademi Analis Farmasi dan Makanan. Maka pada bulan ini berarti Yayasan Putra Indonesia Malang memiliki satu jenis lembaga pendidikan dengan jenjang Diploma III.
Tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 9 Agustus 1999, Akafarma Putra Indonesia Malang mendapat program akreditasi dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. Hasil akreditasi tersebut tertuang dalam SK No.HK.00.06.4.32413 dengan strata B. Arti dari strata B ini adalah Akafarma Putra Indonesia Malang berhak melaksanakan Ujian Akhir Program sendiri. Dan strata B ini bertahan sampai saat ini.
Akafarma merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menyiapkan peserta didik yang piawai di bidang kualiti kontrol. Sedangkan, kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan pemerintahan untuk tenaga kerja yang menguasai pelayanan dan produksi belum bisa dipenuhi oleh Akafarma Putra Indonesia Malang.
Sedangkan untuk mengisi kebutuhan tenaga trampil di bidang pelayanan dan produksi, pada tahun 1997 mendirikan Akademi Farmasi. Dan pada tanggal 23 Juni 1997 turun SK dari Menteri Kesehatan dengan nomor HK.00. 06. 1.1. 1950. Dengan keluarnya SK tersebut, maka Yayasan Putera Indonesia Malang mendirikan Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang.
Kedua akademi di atas merupakan lembaga setingkat diploma 3 untuk bidang kefarmasian yang pertama di Indonesia.
Sehingga sampai saat ini Yayasan Putera Indonesia memiliki 3 institusi pendidikan, yaitu Akademi Analisa Farmasi dan Makanan, Akademi Farmasi, dan Sekolah Menengah Kejuruan Program Studi Kimia Industri.