|
FARMASI
|
Popularitas Dunia Farmasi 22 Maret 2011
Dua orang sahabat lama berjumpa kembali dalam sebuah kesempatan, mereka terlibat dalam sebuah percakapan. Salah seorang bertanya, “Kamu sekarang kuliah dimana?”. “Di sebuah Akademi Farmasi”, jawab seorang yang lain. “Farmasi itu yang ngurusi tentang obat bukan?”, sahut si penanya. Sepintas pembicaraan itu adalah sebuah perbincangan yang biasa, umum, atau mungkin lumrah terjadi dalam keseharian kita terutama bagi yang berkecimpung atau berinteraksi dengan dunia farmasi. Namun apabila direnungi lagi, maka kita akan menyadari bahwa dunia farmasi sesungguhnya masih awam bagi segelintir orang. Orang-orang masih beranggapan bahwa yang namanya farmasi pasti hanya berhubungan dengan obat saja. Dan bisa saja yang ada di benak mereka orang/ahli farmasi hanya tahu tentang bagaimana cara membuat obat. Tentunya kita tidak bisa serta merta menyalahkan anggapan tersebut karena informasi yang mereka punya tentang apa saja yang menjadi aspek-aspek yang ada dalam dunia farmasi mungkin sangat terbatas. Kata farmasi itu sendiri berasal dari bahasa latin pharmacon, yang berarti obat atau racun. Ya, pada dasarnya setiap obat itu adalah racun. Yang membedakan antara keduanya hanyalah takarannya saja atau yang lebih akrab di sebut dosis. Akan sangat banyak contoh yang muncul jika harus menyebutkan beberapa kasus kematian karena overdosis obat. Di negara kita farmasi dapat diartikan sebagai suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, dan distribusi obat. Lantas apakah itu artinya cakupan dunia farmasi hanya sebatas obat saja? Jawabannya adalah tentu tidak.
Cakupan dunia farmasi dapat meliputi hampir setiap sendi kehidupan manusia. Sadar atau tidak setiap hari kita menggunakan produk farmasi. Anda tentu sering sikat gigi setelah bangun tidur, kan? Pasta gigi yang digunakan adalah salah satu contoh dari produk farmasi, begitu juga sabun yang kita gunakan ketika mandi. Pasta gigi, sabun, shampoo, kosmetik, produk makanan, vitamin, vaksin hanyalah sedikit contoh produk farmasi selain obat. Produk-produk farmasi ternyata tidak hanya membantu untuk penyembuhan penyakit namun juga untuk menjaga kesehatan. Dapat terlihat betapa vital peran dari farmasi dalam kehidupan manusia. Sehingga tidaklah mengherankan apabila ilmu farmasi tidak hanya melulu seputar senyawa kimia obat, pembuatan obat, ataupun teknik meracik obat, namun juga mempelajari tentang kesehatan manusia, farmakologi, farmakologi, bahkan kimia lingkungan sekalipun. Setidaknya ada 4 (empat) bidang dalam ilmu farmasi, yaitu :
Berdasarkan dari beberapa hal diatas, maka tentunya pertanyaan dari seorang sahabat pada awal tulisan ini tentu akan dapat mengundang pembicaraan yang lebih luas lagi. Dari arah obrolan yang mungkin hanya seputar mengenai obat dapat meluas kepada pembahasan sediaan kosmetik, obat tradisional, dan lain sebagainya. Dan semakin kita mengetahui tentang hal-hal tersebut, maka kita akan menyadari bahwa sesungguhnya farmasi itu sangat populer, sangat banyak kita temui dalam keseharian kita. Hanya saja, sejauh ini masyarakat awam lebih mengenal farmasi itu dari segi produk/komoditi bukan dari segi ilmu. Popularitas semacam ini sejatinya bukanlah suatu penyurut motivasi bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu farmasi akan tetapi dapat menjadi dorongan maupun godaan yang cukup besar mengingat posisi farmasi yang sangat menyinggung sisi kesehatan manusia. Dari popularitas macam inilah pilihan karier sebagai farmasis/apoteker merupakan pilihan yang sangat menjanjikan untuk mendapatkan pekerjaan ataupun membuka lapangan kerja baru. Bagi yang memilih untuk berkarier sebagai apoteker dapat bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, bahkan bisa membuka apotik sendiri. Pekerjaannya mencakup peracikan obat sesuai analisa terhadap resep dari dokter dan kebutuhan pasien, sampai jasa konsultasi obat. Bagi yang tertarik dengan pengujian kualitas produk farmasi (quality control), manajemen mutu produk, atau penelitian dan pengembangan dari suatu formula obat dapat berkarier di bidang industri farmasi. Bagi yang tertarik pada bidang riset dan akademik dapat menjadi peneliti pada sebuah institusi pendidikan atau bahkan menjadi tenaga pengajar untuk menyiapkan ahli-ahli farmasi yang mampu memahami prinsip-prinsip ilmu farmasi. Begitu banyak dan luasnya ilmu farmasi dan pilihan karier yang di janjikan, maka tentu kita akan dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa yang namanya farmasi tidak hanya ngurusi tentang obat-obatan saja. Namun juga ngurusi manusia itu sendiri. Langkah selanjutnya yang diperlukan adalah bagaimana ilmu farmasi ini dipahami sebaik mungkin dan dijalankan sesuai norma dan nilai yang ada agar selalu mendatangkan manfaat bagi manusia dan lingkungannya. Penulis: Rizal Pratama N, S.Farm, Apt. (Dosen Akfar Putra Indonesia Malang) 1 Komentar di "Popularitas Dunia Farmasi"Tinggalkan komentar |
pada saat ini banyak sekali perkembangan ilmu tentang farmasi…salah satu yang luput dari perhatian adalah kaitan farmasi dengan ekonomi yang lebih dikenal dengan FARMAKOEKONOMI….berbicara farmakoekonomi ini setiap hari mungkin akan selalu hadir dalam setiap bidang….baik di klinik/rumah sakit, pemerintahan, serta industri obat. Peran farmakoekonomi bagi apoteker sangat penting, beberapa peran farmakoekonomi dlm bidang masing seperti:
a. Farmakoekonomi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
industry farmasi. Ilmu farmakoekonomi ini dapat digunakan dalam
penelitian dan pengembangan obat (Rn D), strategi penetapan harga
obat, serta strategi promosi, serta pemasaran obat (marketing)
b. Farmakoekonomi dalam klinik/RS mempunyai peranan membantu komite
medik dalam RS mengenai penetapan obat-obat yang dapat masuk
menjadi formularium (tentunya mengenai pertimbangan harga tanpa
menurunkan kualitas obat)
c. Farmakoekonomi dalam apotek mempunyai peran membantu
pengambilan keputusan klinik dalam penggunaan obat yang rasional,
karena penggunaan obat yang rasional tidak hanya mempertimbangkan
dimensi aman-berkhasiat-bermutu saja, tetapi juga harus
mempertimbangkan nilai ekonominya.
d. Farmakoekonomi dalam bidang pemerintahan untuk memutuskan
apakah suatu obat layak dimasukkan ke dalam daftar obat yang disubsidi,
memilih program pelayanan kesehatan dan membuat kebijakan-
kebijakan strategis lain yang terkait dengan pelayanan kesehatan (seperti
penyusunan daftar obat esensial nasional)
Di Australia dan Kanada, hasil studi farmakoekonomi menjadi bahan pertimbangan utama dalam mengevaluasi suatu obat baru yang akan dimasukkan ke dalam daftar obat yang disubsidi pemerintah. Kebijakan ini juga sudah mulai diikuti oleh negara-negara di Eropa. Di Amerika Serikat, beberapa perusahaan asuransi melakukan studi farmakoekonomi sendiri dan tidak tergantung dari hasil studi yang dilakukan industri farmasi.
mungkin itulah sedikit yang mungkin hampir luput dari perhatian kita mengenai cabang farmasi untuk satu macam bidang ini. Di universitas Indonesia cabang Farmakoekonomi dibuka secara khusus untuk program magister
dony