TANAMAN OBAT lavender2

Published on March 2nd, 2012 | by dwi_akafarma

1

Genus Lavandula Penghasil Minyak Lavender

1. Pendahuluan

Lavender telah dikenal dan dibudidayakan selama berabad-abad.   Lavender pertama kali  dikenal di  Mesir, dimana bunga lavender digunakan dalam proses mumifikasi (Chu dan Kemper, 2001). Nama genus Lavandula dan lavender merupakan nama umum.  Penamaan ini umumnya diyakini berasal dari bahasa Latin, lavare, artinya untuk mencuci. Namun,  tidak ada bukti tertulis yang menguatkan penggunaan produk lavender di Romawi dan Yunani, maka arti   Lavandula dan lavender = livere berasal dari bahasa Latin, ‘menjadi pucat atau kebiru-biruan’ merujuk pada warna bunga yang berwarna keunguan (LisBalchin, 2002).

Lavandula (Salvia sp.), Mint (Mentha sp.) dan Thyme (Thymus sp.) merupakan anggota dari keluarga Lamiaceae. Genus lavendula terdiri dari 25-35 spesies-Sub, dengan beragam morfologi. Perbedaan genus lavenders dengan semua family Lamiaceae ditentukan oleh morfologi bunganya. Karakteristik terminal spike bunga kompak ditunjang dengan batang panjang (tangkai bunga). Spike bunga terdiri dari cymes, merupakan suatu bunga yang bercabang dengan bunga pada akhir masing-masing cabang, baik dalam decussate berlawanan atau teratur spiral  yang subtended oleh bracts. Umumnya Lavender  bervariasi dalam bentuk semak-semak berkayu dengan ketinggian sampai satu meter.  Semak berkayu ini merupakan tanaman tahunan. Bentuk daun dapat sepenuhnya atau sangat membedah dan sering tidak muncul  pada beberapa spesies di daerah Arab (Lis-Balchin 2002).   Menurut karakteristik morfologi, genus Lavandula dibagi menjadi tiga subgenera: Lavandula, Fabricia dan Sabaudia. Setiap Subgenus diversifikasi lebih lanjut ke dalam bagian, yang terdisosiasi menjadi banyak spesies. Sebagai contoh beberapa genus Lavandula yang banyak dikembangkan sebagai penghasil minyak atsiri adalah Section Lavandula : Lavandula, Dentatae dan Stoechas. Spesies Lavandula meliputi : Lavandula angustifolia, Lavandula latifolia dan Lavandula lanata. Ketiga spesies ini merupakan spesies yang berbeda ditinjau dari komposisi kimia penyusun minyak atsirinya.  Munstead dan Grosso merupakan cultivar dari Lavandula angustifolia dan Lavandula X intermediet, seperti digambarkan pada gambar 1.


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Perlu diketahui juga pada genus lavandula terdapatintra-dan hibrida baik dari alam atau buatan merupakan persilangan dua spesies yang berbeda, seperti Lavandin oil (Lavandula x intermedia) yang merupakan hasil persilangan dari L. latifolia x L. angustifolia. Hasil persilangan ini secara luas dibudidayakan dan salah satu yang paling menonjoldari Lavender di seluruh dunia. Menurut klasifikasi dalam genus Lavandula terdapat enam section, yaitu section Spica Ging;Section Dentatae Suarez. Cerv. & Seoane. Camba; Section Stoechas Ging; Section Pterostechas Ging; Section Subnudae Chaytor; dan Section Chaetostacbys Benth.Dari enam section ini terbagi menjadi 29 spesies,7 hibrida, 3 spesies unklasifikasi taksa dan 3 intesectional hibrida.Selengkapnya sinopsis section klasifikasi dan dan taksonomi dari genus Lavandula, seperti disajikan pada Tabel 1.


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Perbedaan morfologi dari beberapa spesies genus Lavandula ditentukan oleh morfologi bunga dan daunnya, seperti disajikan pada Gambar 2. Karakteristik terminal spike bunga kompak ditunjang dengan batang panjang (tangkai bunga). Spike bunga terdiri dari cymes, merupakan suatu bunga yang bercabang dengan bunga pada akhir masing-masing cabang, baik dalam decussate berlawanan atau teratur spiralyang subtended oleh bracts (Lis-Balchin, 2002). Bentuk daun dapat sepenuhnya atau sangat membedah dan sering tidak munculpada beberapa spesies di daerah Arab (Lis-Balchin 2002).


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

2. Penyimpanan dan sekresi Monoterpen Lavandula

Senyawa golongan terpenoid seringkali diproduksi dan disimpan dalam ‘saluran damar traumatis’ yang umumnya berada di dekat lokasi cedera atau berdekatan dengan adanya luka pada suatu tanaman. Dalam angiosperma, biosintesis monoterpene sering terbatas pada jaringan tertentu tergantung pemanfaatannya. Misalnya senyawa parfum pada bunga, hasil dari terpenes volatile terjadi dalam bentuk tetesan menit dalam sitoplasma pada sel-sel epidermal dan tetangga mesofil dari daun. Dalam famili Lamiaceae, produksi minyak esensial dan sekresiterlokalisasi pada kelenjar khusus trikoma disajikan pada Gambar 3. (Fahn, 1988, Lis-Balchin, 2002). Kelenjar trikoma dalam sel epidermis yang terdapat pada daun, batang dan bagian bunga. Dua bentuk trikoma kelenjar dapat diamati. Yang lebih kecil, berbentuk kepala trikoma kelenjar terdiri dari sel basal, batang pendek dan satu menjadi dua sel kepala. Kelenjar trikoma peltate di sisi lain yang lebih kompleks yang terdiri dari delapan sel sekretori (sel disc), sel tangkai dan sel basal, jangkar yang trikoma pada epidermis, disajikan pada Gambar 3 (Fahn, 1988).


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Permukaan luar dari kelenjar ditutupi dengan kutikula yang keras yang melindungi trichoma tersebut. Minyak esensial terakumulasi di ruang subcuticular yang dibentuk oleh pemisahan kutikula dari dinding sel apikal sekretori. Mekanisme sekresi yang tepat masih belum jelas, tetapi sekresi dari unsur minyak esensial diasumsikan dicapai melalui difusi dari bahan mudah menguap melalui kutikula atau oleh pecahnya kutikula (Fahn, 1988). Jumlah monoterpen diproduksi umumnya terkait dengan usia dan ukuran kelenjar atau dengan kerapatan kelenjar per bidang jaringan. Kelimpahan monoterpene bertambah pada musimnya dan kelimpahan minyak atsiri meningkat jika jumlah kelenjar minyak meningkat.

3. Penutup

Minyak lavender dihasilkan dari beberapa spesies genus Lavendulla.Spesies dari genus Lavendulla dibedakan atas bentuk morfologi bentuk bunga dan daunnya. Minyak lavender tersebut tersimpan dalam sel kelenjar minyak dari bunga lavender.


photo : google

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tags: ,


About the Author



One Response to Genus Lavandula Penghasil Minyak Lavender

  1. Pingback: kaminomoto

Back to Top ↑