Renstra

RENCANA STRATEGIS

AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANG

TAHUN 2009- 2014

  1. Pendahuluan

Kebijakan pemerintah dalam pendidikan, salah satunya undang – undang BHP mengakibatkan  persaingan institusi pendidikan semakin ketat . Kebijakan tersebut juga berdampak pada tuntutan masyarakat terhadap institusi pendidikan terutama berkaitan dengan mutu pendidikan. Persaingan yang begitu ketat ini menyulitkan institusi pendidikan untuk mengejar ketinggalan- ketinggalan dengan para competitor untuk itu diperlukan penciptaan keunggulan yang menjadi karakter khas dari institusi yang menjadi pembeda dengan institusi lain tanpa harus meninggalkan mutu  layanan pendidikan.  Dampak ini tentu dirasakan juga oleh Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang sehingga  dipandang perlu untuk menciptakan keunggulan kompetitif  agar tetap eksis ditengah – tengah persaingan  antar institusi  pendidikan.

Sebelum kita menentukan keunggulan kompetitif yang akan dijadikan ikon unggulan di Akfar PI-M, kita lakukan dulu analisis tentang kondisi yang ada di Akfar PI-M. Akfar PI- M adalah institusi pendidikan  yang memiliki karakteristik keilmuan  vokasional yang berfokus pada kefarmasian. Disadari bahwa Akfar PI-M belum mendapatkan pengakuan  user terhadap kualitas dan  kompetensi lulusan sehingga penghargaan dari segi financial bagi lulusan belum memuaskan. Untuk itu diperlukan desain kurikulum yang mampu membekali kompetensi yang benar- benar diperlukan oleh user. Berdasarkan trend ke depan yang mulai terjadi pergeseran paradigma dalam pelayanan kefarmasian ( Pharmaceutical care ) dari “ DRUG ORIENTED “ ke arah “ PATIENT ORIENTED “ dimana pelayanan kefarmasian tidak hanya sebatas pelayanan terkait informasi tentang obat saja  akan tetapi lebih diarahkan pada bagaimana pasien secara individual mendapatkan terapi obat sesuai dengan kondisi masing- masing pasien bagaimana  pengaturan aturan pakai dan penyesuaian dosis misalnya bagi pasien dengan gagal ginjal atau gangguan jantung serta  bagaimana dengan pasien geriatric dan pediatric. Semua itu memerlukan kajian mendalam terkait obat dan pola terapinya. Kompetensi ini dapat dimiliki oleh lulusan dengan desain kurikulum yang mengarah pada farmasi klinik. Keunggulan kompetitif yang akan kita usung dalam rencana strategis Akfar adalah desain kurikulum yang mencetak ahli madya farmasi yang memiliki kompetensi unggulan di bidang farmasi klinik.

SDM Akfar PI_M yang ada kurang memiliki kompetensi dan komitmen yang diharapkan. Komitmen untuk melaksanakan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat sendiri saja berkaitan dengan layanan, disiplin, pengembangan nilai- nilai masih belum nampak. Kompetensi masing- masing dosenpun masih perlu ditingkatkan.  Kendala ini menyebabkan tuntutan ke arah profesionalisme  semakin sulit terwujud. Kualifikasi professional yang diharapkan untuk SDM di Akfar adalah  intregitas, customer focus, antusiasme, influence, adaptability to change, action. Melihat kondisi di atas maka yang harus dipahami seluruh karyawan adalah mengubah pola fikir lama menjadi pola fikir professional menyangkut kompetensi dan komitmen.

Mengingat potensi SDM di atas untuk mendukung keunggulan kompetitif yang diusung maka focus pengembangan Akfar PI-M adalah  pada perbaikan internal meliputi  peningkatan kompetensi dan komitmen SDM sehingga proses penyampaian layanan pendidikan kepada mahasiswa dapat maksimal  dan menjadi nilai promotif tersendiri dalam pengembangan Akfar PI-M.

Selain fungsi pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi dosen harus menjalankan fungsinya di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.  Produk- produk penelitian yang sifatnya aplikatif terkait dalam bidang kefarmasian harus tetap diutamakan. Karena salah satu cara membangun kepercayaan masyarakat adalah dengan cara melaksanakan fungsi dan tanggung jawab social ( Corporate Social Responsibility ) dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Sesuai dengan keunggulan kompetitif institusi ini yang berfokus pada farmasi klinis maka jenis- jenis penelitian dan pengabdian    harus mengarah pada focus tersebut.

Hal lain yang  perlu dipertimbangkan untuk menentukan strategi adalah isue kebangkitan wanita yang mengusung persamaan gender dimana kebutuhan aktualisasi dan pemberdayaan perempuan dapat terakomodasi. Kebutuhan ini akan diinternalisasi dalam bentuk soft skill seperti nilai kemandirian, disiplin, keuletan, percaya diri, struggle for live.

Perkembangan  Iptek memberikan kemudahan dalam layanan pendidikan. Kondisi ini tentunya  harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keunggulan kompetitif Akfar PI-M. Pemanfaatannya dapat berupa layanan virtual laboratory, e- library, SMS gateway, CBT ( Computer Base Test ), ID smart card.

Selain SDM untuk membangun keunggulan kompetitif tersebut diperlukan Sumber daya  lain  meliputi sumber daya fisik, sumber daya manajemen. Bagaimana mengelola sumber daya  untuk memberikan daya dukungnya terhadap penciptaan keunggukan kompetitif menjadi kata kuncinya.  Sebagai contoh  sumber daya fisik adalah ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, sarana pengembangan kegiatan kemahasiswaan, ketersediaan sarana belajar di perpustakaan, fasilitas ICT.  Sumber daya fisik yang ada yang harus dikelola secara optimal sehingga dapat memberikan kontribusi yang bermakna dalam perwujudan keunggulan kompetitif.

Faktor lain yang harus menjadi focus pengembangan adalah sumberdaya menejemen. Pola manajemen BSC harus mampu mewarnai dan terimplementasikan di semua elemen yang ada di institusi sehingga dengan pengelolaan ketiga sumber daya yang dimiliki institusi merupakan suatu kekuatan  untuk dapat mewujudkan tema strategis yang diusung.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa selain sumber daya , budaya organisasi sangat berperan dalam mewujudkan tema strategis YPI-M. Budaya organisasi yang ada di institusi banyak yang justru kontraproduktif dengan semangat memajukan institusi. Seperti, kecenderungan melakukan penolakan terhadap hal baru, kebiasaan bergunjing, saling iri, tidak taat terhadap kesepakatan bersama , merasa diri lebih unggul dari rekan kerjanya ( arogan ), loyalitas kurang, pesimistis, kecenderungan bermusuhan dengan rekan kerja. Peran pimpinan sebagai mentor sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan nilai- nilai budaya organisasi ini sehingga dapat tumbuh sehat dan dapat mendukung pencapaian positioning yang telah ditetapkan.

Berdasarkan uraian di atas, untuk menyusun Strategi,  Akfar PI-M mengusung positioning dalam bentuk motto “THE NO. 1 FOR YOUR FUTURE” .

B. NILAI- NILAI PENDUKUNG

Nilai- nilai yang akan dikembangkan di institusi adalah sebagai berikut :

  • Jiwa enterpreunership

Untuk mendukung penciptaan kompetitif diperlukan SDM yang memiliki karakter antara lain ulet, optimis, kemandirian, teguh jati diri, disiplin, mampu memenej emosi, kreatif, inovatif. Salah satu cara membangun nilai  adalah memasukkan dalam pembelajaran dengan memberikan permasalahan yang aplikatif untuk ditanggapi dan mendesain praktikum sehingga dapat mengasah jiwa enterpreunership.

Langkah lain dengan melibatkan peran serta aktif peserta didik dalam kegiatan nonakademik dengan tim yang dibentuk oleh institusi. Institusi akan mengembangkan penelitian- penelitian dengan nilai kemanfaatan yang tinggi untuk dapat diaplikasikan di masyarakat. Produk- produk ini diharapkan punya nilai jual pada masyarakat.

  • Team work

Kerjasama dan harmoni dalam tim  akan sangat berpengaruh pada dinamika institusi. Masing- masing personel harus sadar bahwa tidaklah mungkin tujuan institusi dapat tercapai tanpa keterlibatan semuanya. Salah satu langkah yang dilakukan institusi adalah mendayagunakan semua elemen dengan sistem delegasi tugas dan mengoptimalkan kegiatan koordinasi.

  • Problem solver

Masing- masing personel harus mampu memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi atau bahkan mampu berkontribusi dalam memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi rekan kerjanya. Yang terjadi  di institusi adalah kita banyak dihadapkan pada permasalahan internal yang sangat banyak dan menyita waktu dan energi. Perlu ditanamkan bahwa musuh kita bukan teman kita tetapi kompetitor di luar yang harus kita hadapi .

  • Go beyond duty

Budaya ini dapat terwujud jika masing- masing personel sadar bahwa kontribusi tidak harus selalu dihargai dengan materi. Mental melayani dan semboyan ” Quality First ” , melayani sebagaimana dia sendiri ingin dilayani dijadikan pegangan institusi dalam mengembangkan nilai- nilai tersebut.

  • Musyawarah untuk mencapai kata mufakat

Institusi akan mengaktif forum komunikasi sebagai sarana shearing, sarana untuk mengakomodir masukan dan merumuskan bersama pemecahan permasalahan yang dihadapi institusi.

  • Pengembangan nilai kedisiplinan

Institusi akan membiasakan karyawan untuk disiplin waktu dan administratif antara lain ( datang tepat waktu, menyelesaikan semua administrasi pembelajaran sesuai jadwal, kehadiran pada setiap koordinasi, melaksanakan tugas sesuai dengan job deskription yang telah dibuat ).

  • Pengembangan nilai kejujuran

Nilai yang akan dikembangkan adalah obyektivitas dalam penilaian, jujur dalam kata- kata, tidak menerima apapun dari mhs dengan tujuan memberikan kemudahan sesuai permintaan mhs.

  • Pengembangkan nilai- nilai kesopanan ( Etika dan moral )

Berkaitan dengan kesopanan cara berpakaian , bertutur kata dan bertingkah laku , wajib menjaga reputasi sosialnya di masyarakat, tidak melakukan kegiatan atau pembicaraan yang bersifat kontrapromotif.

  • Pengembangan nilai keteladanan

Masing- masing elemen yang ada di institusi hrs memberikan teladan bagi peserta didik  sehingga terbangun suasana akademik yang sehat sebagai penunjang proses pembelajaran.

  • Pengembangan nilai bangga dan cinta almamater

Rasa memiliki terhadap institusi perlu ditumbuhkembangkan salah satunya dengan melibatkan seluruh elemen dalam menyusun program- program di institusi, meningkatkan publikasi prestasi  seluruh sivitas yang telah dicapai .

  • Pengembangan budaya belajar sepanjang hayat.

Untuk dapat eksis menghadapi beragam perubahan dibutuhkan budaya belajar tersebut.

  • Nilai spiritual

Dengan adanya fenomena  degradasi moral yang terjadi di masyarakat yang salah satunya karena dampak globalisasi mengharuskan nilai- nilai spiritual untuk dijadikan nilai dasar yang harus dikembangkan. Kepercayaan masyarakat akan semakin kuat ke institusi jika Institusi mampu memberikan dan menguatkan pelaksanaan nilai- nilai itu dalam semua aktivitasnya.

C.TREND WATCHING

Misi, visi atau tema strategi yang telah ditetapkan dapat diwujudkan dengan rancangan- rancangan strategi yang jitu. Salah satu factor yang harus diperhitungkan dalam menyusun strategi adalah memprediksi kecenderungan- kecenderungan apa yang akan terjadi di masa yang akan dating. Karena, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang  akan sangat mempengaruhi keberhasilan dari implementasi strategi yang telah dibuat. Ini salah satu factor krusial yang akan menentukan keberhasilan pencapaian dari cita- cita bersama yang tertuang dalam keseluruhan renstra ini. Dalam artian, strategi- strategi  untuk menjalankan program- program rutin maupun strategi- strategi baru sebagai dasar untuk melakukan pengembangan institusional harus didasarkan pada asumsi- asumsi tentang kecenderungan – kecenderungan yang akan terjadi.

Dengan mengacu pada trend setter- trend setter yang telah ditetapkan oleh YPI-M maka Akfar akan menjadikan trend setter tersebut dalam penentuan kebijakan- kebijakan stretegis Akfar PI-M. Trend setter itu adalah sebagai berikut :

1. GLOBALISASI

Globalisasi adalah wujud baru dari penjajahan oleh bangsa-bangsa maju kepada bangsa-bangsa dunia ketiga. Intervensi negara-negara maju ke dalam dunia ketiga hampir merasuk di segala bidang: ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain-lain. Karena massifnya intervensi ini menyebabkan pemerintah negeri-negeri ‘terjajah’ nyaris tidak memiliki keberdayaan untuk menentukan nasib sendiri. Akibatnya, penduduk negeri dari bangsa-bangsa ‘terjajah’ ini mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan yang sulit dimengerti kapan akan berakhir. Kondisi ini akan menumbuhkan kesadaran untuk menjadi bangsa yang mandiri dengan mengaktualkan potensi-potensi lokal yang ada. Globalisasi ini juga berdampak pada tuntutan masyarakat pada kualitas layanan dan salah satunya timbul pergeseran paradigma dalam layanan kefarmasian yaitu dari “ Drug Oriented” ke “ Patient Oriented” dan ke arah  “ Pharmaceutical Care”.

Di samping pengembangan di farmasi klinik  peran institusi pendidikan dalam mentransfer disiplin ilmu kefarmasian untuk mendorong kemandirian masyarakat sangat diperlukan. Penyebarluasan ‘Virus enterpreuner’  melalui pelatihan-pelatihan industri kecil di bidang  farmasi kepada masyarakat luas sangat diperlukan. Pengambilan peran yang signifikan di sektor ini juga dapat meningkatkan pengakuan masyarakat terhadap Akfar PI-M.

2. ICT

Saat ini, hampir seluruh sisi kehidupan umat manusia nyaris tidak bisa terlepas dari pemanfaatan ICT. Kekuatan fungsional ICT akan semakin kokoh di masa depan. ‘Keperkasaan’ ICT ini karena ia telah banyak memberi alternatif kemudahan bagi hampir setiap pekerjaan dan asistensinya dalam membantu mendapatkan segala informasi.

Keberadaan ICT yang terus menembus jantung kehidupan umat manusia telah mempengaruhi arah kecenderungan di tatanan ekonomi. Tatanan ekonomi baru ini ditandai antara lain dengan terjadinya transformasi ekonomi industri kepada suatu bentuk ekonomi baru yang didukung oleh ICT. Dalam situasi demikian, kekuatan ICT sangat dirasakan dalam membantu baik untuk operasional maupun untuk mencari atau merekrut calon mahasiswa atau siswa. Penggunaan ICT merambah keseluruh lini dari operasi intitusi pendidikan untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik. Berbagai layanan menggunakan ICT akan sangat berperan, kecangihan dan kemudahan yang diberikan oleh institusi pendidikan, dengan segala fasilitas dan sarana pendukung, akan memberikan dampak untuk kemajuan perguruan tinggi  di masa yang akan datang. Pertumbuhan penggunaan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Keseriusan dalam penggunaan ICT (adanya pengembangan system) akan memberikan image ataupun citra institusi pendidikan di mata masyarakat.  Selain itu semakin tampak urgensinya bagi setiap peserta didik untuk segera menguasai dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh ICT. SDM yang lambat menguasai ICT akan semakin sulit mendapatkan tempat di pasaran kerja. Oleh sebab itu, setiap Akafarma PI-M harus mampu membekali peserta didiknya dengan berbagai ketrampilan ICT se-up to date mungkin.

Menurut Andy (2008) strategi yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam 10 tahun mendatang, manajemen institusi pendidikan diharapkan mengembangkan dan menerapkan konsep  Integrated system. Konsep ini merupakan system yang terintegrasi yang terdiri dari berbagai aplikasi khususnya dari segi database. Integrated system akan mempermudah dan memberikan informasi yang lebih akurat dan lebih baik. Konsep ini merupakan konsep system masa depan, yang menjadikan semua data terintegrasi atau adanya data mining. Dengan konsep ini pihak eksekutif manajemen akan mudah dan cepat untuk mendapatkan data. Peta situasi akan terbaca secara akurat. Setiap masalah yang terjadi akan dapat diselesaikan dengan cepat. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja intitusi pendidikan dalam bidang pelayanan maupun pembelajaran. Beberapa contoh pelayanan adalah CBT (Computer Based Test) untuk Penerimaan Mahasiswa Baru, Layanan Akademik untuk meningkatkan layanan dan service, Layanan Library = Perpustakaan online, SIM Kepegawaian, Payroll = Penggajian dan SMS Gateway. Informasi lewat SMS merupakan trend ke depan, penggunaan teknologi SMS harus dikembangkan dengan serius karena akan sangat membantu baik untuk promosi maupun untuk keperluan akademik. SMS dapat digunakan untuk layanan akademik (info kuliah, pendaftaran kuliah, nilai kuliah, status mahasiswa, peminjaman buku, absensi, dll).  Sedangkan contoh pembelajaran adalah e-Learning sebagai wahana pembelajaran. e-Learning untuk proses akademik.

System ini akan sangat membantu dosen dalam proses belajar mengajar dan mahasisiwa dalam berinteraksi dengan mata kuliah tersebut. Dosen diharapkan lebih aktif begitu juga mahasiswanya sehingga akan sangat efektif dan efisien. Bahan-bahan matakuliah dapat langsung di download di system dan mahasiswa dapat mengumpulkan tugas lewat system. Computer Based Test untuk Mahasiswa. Virtual Laboratorium, Lab. Virtual merupakan konsep laboratorium dengan menggunakan software khusus komputer yang bisa dibuat sendiri ataupun menggunakan software yang telah ada. Laboratorium ini sangat menghemat baik tempat ataupun peralatan yang mahal harganya. Konsep ini akan memerlukan software yang berbasis inteligensi. e-Library, perpustakaan digital, merupakan tren kedepan. Dimana perpustakaan sebagai bank data dan menyediakan fasilitas buku-buku dalam bentuk digital atau e-Book. Hal ini akan menjembatani perbedaan antara Negara maju dan perkembang dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan digital berisi jurnal, karya ilmiah, e-book, skripsi mahasiswa, tesis, disertasi, artikel-artikel, dan berita-berita terbaru seputar ilmu pengetahuan dan dunia. e-Access Internet Free, layanan internet free di intitusi pendidikan yang mendukung, baik dari fasilitas dan kecepatan akses, dan terbentuknya lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk proses belajar. Layanan internet free di lingkungan universitas menggunakan hot spot atau fasilitas lainnya, merupakan daya dukung universitas terhadap proses belajar dan pembentukan budaya universitas untuk menjadi yang terbaik.  Selain itu adalah ID Card – Smart Card (RFID Card), yang dapat digunakan untuk Academic Process. “Satu card untuk semua” merupakan slogan dimasa yang akan datang. Smart card merupakan kartu menggunakan teknologi RFID yang dapat digunakan untuk semua layanan akademik, pembayaran, perpustakaan, maupun akses lainnya. Hal ini akan sangat memudahkan kampus dalam melayani mahasiswanya. Dengan integrated sistem hal tersebut dapat dilakukan. Di perpustakaan penggunaan RFID akan sangat membantu baik dalam hal pencarian maupun untuk mengetahui tingkat persediaan/inventory system. Bill Process, Smart card ini dapat juga digunakan untuk melakukan transaksi dengan bank, sebagai partner institusi pendidikan dan dapat digunakan untuk mengakses layanan yang lain yang melakukan kerjasama dengan pihak institusi pendidikan, misalnya layanan rumah sakit. Absensi process and identifier, Smart card dapat juga digunakan untuk melakukan absensi baik untuk pegawai universitas maupun mahasiswa. Selain sebgai id card yang memegangnya. Kecanggihan ini akan didukung dengan fasilitas RFID yang memadai sehingga mobilitas terutama karyawan dapat terdeteksi dan dilihat secara real time.

Untuk meningkatkan layanan dan service, maka penggunaan teknologi IT harus terus ditingkatkan agar para mahasiswa dapat terlayani dengan lebih baik dan merasa puas dengan apa yang mereka dapat baik dari segi pendidikan maupun layanan lainnya yang akan memanjakan mahasiswa sebagai konsumen. Kepuasan merupakan parameter yang penting yang harus diperhatikan oleh institusi pendidikan, karena menyangkut image dan citra universitas di mata masyarakat. Keunggulan institusi pendidikan di bidang akademik perlu di tonjolkan dan ditingkatkan terus menerus. Standar dan kualitas pendidikan perlu ditingkatkan dan menggunakan standar nasional bahkan internasional, sehingga nantinya dapat bersaing dengan perguruan tinggi dari luar negeri. Kerjasama baik dengan pihak perguruan tinggi lain  dan maupun dengan perusahaan akan sangat mendukung kemajuan institusi pendidikan  dimasa yang akan datang.

3. Kebijakan Pemerintah Dalam Pendidikan

Akibat dari kebijakan Otonomi daerah akan mendorong tingginya kebutuhan SDM yang terampil untuk mengelola potensi-potensi berbagai daerah sesuai dengan keadaan alamnya masing-masing. Kecenderungan ini harus menyadarkan lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik, baik untuk life skill maupun softskill-nya, supaya mampu mengisi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan untuk bekerja, apalagi sekedar keterampilan manual. Orang yang sedang menempuh pendidikan juga memerlukan kecakapan hidup, karena mereka tentu juga memiliki permasalahan yang harus dipecahkan. Bukankah dalam hidup, dimanapun dan kapanpun orang selalu menemui masalah yang harus dipecahkan. Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi lima, yaitu kecakapan mengenal diri (self awarness), yang juga sering disebut kemampuan personal (personal skill), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademik (academic skill), dan kecakapan vokasional (vocational skill),. Sedangkan 8 penggalian potensi diri tersebut adalah kemampuan matematis, kemampuan bahasa, kemampuan musikal, kemampuan visual, kemampuan intrapersonal, kemampuan interpersonal, kemampuan kinetis, kemampuan natural..  Sedangkan soft skillnya meliputi komitmen,  bersemangat, dapat diandalkan, kreatif, kemampuan analitis, manajemen diri, dapat meringkas, etika / integritas, motivasi, kemauan belajar, berfikir kritis, inisiatif, komunikasi lisan, manajemen waktu, kerja dalam tim, berkooperasi, fleksibel, mendengarkan, berargumen logis, manajemen diri, mandiri, menyelesaikan persoalan, tangguh dan dapat mengatasi stress sangat Maka pembekalan kecakapan hidup dan 8 penggalian potensi diri serta softskill ini dibutuhkan sebagai dasar perancangan kurikulum dan pembelajaran di Akfar PI-M

4. Kebangkitan Pasar Perempuan

Untuk mengeksplorasi ‘Mega Pasar’ kebangkitan pasar perempuan ini, Akfar bekerjasama dengan biro lain di lingkungan YPI-M harus bisa memanfaatkan moment kebangkitan ini. Pertama-tama harus diidentifikasi apa kecenderungan-kecenderungan baru yang terjadi pada kaum hawa; kebutuhan apa yang dominan dirasakan mereka; apa gambaran masa depan yang mereka inginkan; model pembelajaran yang bagaimana yang lebih mereka sukai; dan lain-lain. Berkaitan dengan moment ini Akfar PI-M  akan mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mendorong pemberdayaan pasar perempuan.

5. Pola Baru Perancangan Produk

“Konsumen adalah Raja” menjadikan berbagai upaya untuk menciptakan customer satisfaction, customer retention dan customer acqusition telah banyak dilakukan.  Untuk menyikapi hal ini Akfar PI-M  harus mempertahankan dan mengembangkan pasar yang ada, dengan melibatkan ‘suara’ customer dalam merancang inovasi yang baru. Untuk menerapkan customer service di masa mendatang harus dirancang layanan pendidikan yang mampu memberikan kepuasan customer dalam hal ini lebih difokuskan pada pengguna lulusan dengan  kompetensi lulusan yang benar- benar sesuai dengan kebutuhan user sehingga pengakuan dan penghargaan user terhadap lulusan meningkat yang akan berdampak pada pencitraan positif pada Akfar PI-M.

GRAND STRATEGI AKFAR PI-M

Untuk menyusun GRAND STRATEGI,  Akfar    PI-M mengusung motto “THE NO. 1 FOR YOUR FUTURE”. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang bercita-cita menjadi lembaga pendidikan yang menjadi pilihan utama bagi masa depan mahasiswanya. Kurikulum dan proses pembelajarannya disusun sedemikian rupa untuk mempersiapkan mahasiswa mampu merancang masa depannya sendiri.  Oleh karena itu Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang akan selalu meng-up grade diri untuk menjadi “The No. 1 For Your Future”.  Titik tekan dari isi motto tersebut adalah ”Your Future” yaitu masa depan Akfar PI-M dan masa depan mahasiswanya.  Akfar PI-M selain merancang masa depan untuk dirinya sendiri juga membekali mahasiswanya untuk dapat merancang masa depannya sendiri. Oleh karena itu semua personil Akfar PI-M bekerjasama dengan institusi dan biro di lingkungan YPI-M harus meningkatkan kinerjanya untuk melayani peserta didik dan orang tuanya serta selalu bekerjasama dengan dunia industri dan dunia usaha untuk mengembangkan jasa layanan pendidikan ini agar dapat merancang dan meraih masa depan yang mantap bagi semua sivitas Akademi Farmasi PI-M dan di lingkungan YPI-M.  Untuk itu diperlukan berbagai upaya agar masa depan Akfar PI-M dan mahasiswanya cukup mantap sehingga bisa diandalkan oleh untuk saat ini dan masa depan.

Kemudian, agar sebuah organisasi, sebagaimana Akfar PI-M dan mahasiswanya, memiliki masa depan yang mantap, maka ia harus memiliki kemampuan untuk memasuki era persaingan yang sangat kompetitif yang merupakan karakter persaingan di masa kini dan akan datang. Di arena persaingan seperti itu, siapapun harus memiliki nilai-nilai yang bisa menjadi unggulannya. Tanpa memiliki keunggulan akan sangat berat bagi Akfar PI-M dan mahasiswanya untuk bisa terus mempertahankan eksistensinya.

Potensi-potensi apa yang perlu digali untuk dieksplorasi supaya menjadi nilai unggul bagi Akfar PI-M dan mahasiswanya di masa akan datang adalah tugas semua pihak yang berada di bawah Akfar PI-M. Sesuai dengan trendwatching dan analisis SWOT yang telah dilakukan, Grand strategi Akfar PI-M   sebagai berikut :

1.      Peningkatan kompetensi fungsional, struktural dan penunjang

2.      Peningkatan komitmen fungsional, struktural dan penunjang

3.      Peningkatan produktifitas kerja pada seluruh karyawan

4.      Desain kurikulum dengan fokus pada keunggulan farmasi klinik  dan obat tradisional

5.      Peningkatan kualitas metode pembelajaran yang menekankan pada Epistemologi.

6.      Penjaminan mutu yang sesuai dengan standar nasional pendidikan

7.      Internalisasi soft skill baik dalam  kegiatan akademis dan non akademis

8.      Peningkatan peran dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi

9.      Peningkatan pencitraan masyarakat terhadap institusi

10.  Pengembangan organisasi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan customer

11.  Optimalisasi pemanfaatan ICT sebagai basis pelayanan dan membekali peserta didik dengan ketrampilan ICT sebagai sarana belajar dan bekal dalam bekerja.

12.  Peningkatan pelayanan administrasi dan keuangan berbasis ICT

13.  Peningkatan peran pimpinan sebagai mentor

14.  Peningkatan hubungan baik dan kerjasama dengan stakeholder

15.  Mengembangkan budaya organisasi yang sehat

16.  Peningkatan  publikasi karya- karya penelitian.


Back to Top ↑

Menu Title