Corn Plastic
4 Mei 2011

Plastik adalah salah satu polimer yang paling banyak pemanfaatannya dalam kehidupan kita. Tapi, tahukah anda? Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.

Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup? Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.

Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (Anonnymous1, 2011).

Adakah pemecahannya?

YA, ada!!! Beberapa ilmuwan dan pengusaha dari Wilkinson di Fort Calhour, Amerika Serikat membuat terobosan baru bahan plastik yang biodegradabel. Bahan tersebut adalah asam polilaktat. Jenis polimer ini terbuat dari jagung yang difermentasi. Fermentasi jagung ini menghasilkan asam laktat yang kemudian dijadikan monomer asam polilaktat. Asam polilaktat atau polylactic acid (PLA) dapat dengan mudah didegradasi. Tetapi gas yang dihasilkan oleh degradasi PLA ini mudah terbakar karena menghasilkan gas metana. PLA dapat didegradasi menjadi monomernya atau dapat pula didegradasi menjadi H2O, CO2 dan bahan organik. Degradasinya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulanan (Lunt, 2008). Nah, dengan demikian, beberapa kerugian plastik sintetis bisa ditanggulangi dengan penggantian bahan bakunya.

Adapun rumus asam polilaktat adalah sebagai berikut :

Berdasarkan kiralitasnya, polilaktida memiliki dua bebtuk, poli-L laktida (PLLA) dan poli-D-laktida (PDLA). PLLA terbentuk dari monomer L,L-laktida,  sedangkan PDLA terbentuk dari monomer D, D-Laktida. PDLA dan PLLA membentuk stereokompleks yang sangat teratur sehingga dapat menambah kristanilitasnya dan ketahanan panasnya sampai 190oC. Untuk penggunaan plastik pada temperatur tinggi dapat digunakan untuk mencampur PDLA dan PLLA dengan perbandingan 50:50. Kecepatan degradasi PDLA lebih lambat dari pada PLLA karena kristanilitas PDLA lebih tinggi. Oleh karena itu PDLA banyak digunakan untuk bahan optik (Reddick, 2008).

Secara Umum proses pembuatan asam polilaktat adalah sebagai berikut (Averous, 2008) :

  • Dimulai dari pati jagung
  • Pemurnian dextrose dari pati
    • Fermentasi dextrose menjadi asam laktat menggunakan spesies-spesies  Lactobacilli
    • Pembentukan laktida melalui kondensasi, Asam laktat dihilangkan airnya sehingga membentuk intermediet dimer siklik yang disebut laktida
  • Purifikasi dengan distilasi vakum
  • Polimerisasi tanpa pelarut

Asam polilaktat banyak diaplikasikan pada pembentukan fiber dan non-woven karena memiliki beberapa kelebihan seperti gaya pegasnya lebih baik, bisa dikerutkan, penyusutannya dapat terkontrol, ketahanannya dapat mencapai 7 g/den dan tidak terpengaruh terhadap sinar UV. Salah satu sifat PLA yang paling menarik adalah temperatur prosesnya yang lebih rendah dari poliolefin (sekitar 240oC). tetapi biasanya untuk memperoleh sifat bahan yang terbaik, PLA dicampur dengan rayon, nilon, akrilik dan poliester.

PLA juga sering digunakan sebagai bahan dasar peralatan biomedis seperti benang jahit, media dialisis dan sebagai pembawa obat. Polimer ini juga sedang dikembangkan ke arah jaringan buatan. Karena sifatnya yang biadegradabel, polimer ini dimanfaatkan sebagai bioplastik yang digunakan kemasan seperti plastik kompos, kemasan makanan atau peralatan makan. This is it… Corn plastic…

Share Article :

Tinggalkan komentar

  • Dendi Santoso Gabung Arema “ISL” ?

    MalangSoccerNews.web.id – Gajayana Stadium,Malang Kota. Eksodus besar besaran pemain Arema “IPL” untuk pindah ke Arema “ISL” kemungkinan akan terjadi. Setelah...
  • LOWONGAN AA APOTIK DELAPAN “8″

    Dibutuhkan 2 asisten apoteker untuk apotek DELAPAN dengan syarat: 1. Jujur 2. Bertanggung jawab 3. Menguasai Ms. Office Bagi yang berminat dan mempunyai motivasi tinggi, kirimkan...
  • Biografi Narasumber Penulisan Prof. Drs. Effendy, M.Pd, Ph.D

    Jurusan Kimia, FMIPA PSSJ Pendidikan Kimia, PPS NIP Baru : 19560929 198003 1 003 Pangkat, Gol. : Pembina Utama Madya, IV/d Bidang Ilmu : Kimia Anorganik ...
  • Lowongan AA Apotik Pelita Sari

    Dibutuhkan segera Asisten Apoteker dengan persyaratan: 1. Wanita 2. Sudah mempunyai STRTTKA atau sedang mengurus STRTTK 3. Jujur 4. Ulet 5. Cekatan Kirimkan lamaran ke: Apotek...
  • Lowongan AA Apotik Taman Raden Intan

    Dibutuhkan segera Asisten Apoteker dengan persyaratan: 1. Wanita 2. Sudah mempunyai STRTTK / sedang mengurus STRTTK 3. Jujur 4. Ulet 5. Cekatan Kirim Lamaran Ke: Taman Raden intan...

Switch to our mobile site