Posted on 8th April 2010One Response
3.015 Siswa Berebut 150 Kursi SMAN 10 Malang

Program Beasiswa Sampoerna Foundation di SMAN 10

MALANG - Program pendidikan beasiswa berasrama di SMAN 10 yang didukung Sampoerna Foundation mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Jatim. Tercatat ada 3.015 aplikasi calon siswa yang telah masuk ke panitia seleksi di SMAN 10.

Padahal, program pendidikan yang dinamakan dengan Sampoerna Academy itu hanya butuh 150 siswa. Jumlah pendaftar ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 2.000 siswa. “Kami dalam dua pekan ini konsentrasi menyeleksi aplikasi yang sudah masuk,” kata Niken Asih Sandjojo, kasek SMAN 10, kemarin.

Program ini memang cukup menggiurkan. Karena lulusan SMP yang bisa menembus di program ini bakal mendapatkan beasiswa selama tiga tahun. Total dana beasiswa yang akan diterima masing-masing siswa sebesar Rp 150 juta.

Tentu uang sebesar itu tak semuanya diwujudkan dalam bentuk tunai. Tapi untuk biaya sekolah tiga tahun, asrama, uang makan, tranportasi, dan uang saku. Semuanya ditanggung Sampoerna Foundation, selaku penyandang dana program ini. “Ini kan tahun kedua jadi peminatnya tentu semakin banyak,” imbuh Niken.

Tak mudah memang untuk lolos ke program yang hanya ada di Malang dan Palembang ini. Sebab, selain syaratnya harus siswa yang cerdas yang diukur dengan nilai akumulasi selama di SMP, juga harus anak dari orang tua kurang mampu.

Untuk mengukur keluarga tak mampu, ada tim yang survei langsung ke siswa yang mendaftar. Dari data yang dimasukkan berupa bukti siswa tak mampu itu bisa ditelusuri keasliannya. “Pengawasan benar-benar ketat karena intinya ingin mengangkat siswa kurang mampu,” imbuh Niken.

Niken menambahkan, dibandingkan tahun lalu, program ini ada sedikit perbedaan. Karena tahun ini ada tambahan 60 siswa non-beasiswa. Sebanyak 60 siswa non-beasiswa itu adalah anak dari warga Sawojajar dan sekitarnya. Mereka hanya berhak mengikuti program pembelajarannya, tapi tak berhak mendapatkan beasiswa.

Bahkan, 60 siswa ini juga tak diasramakan sebagaiamana 150 siswa lain. “Selama proses pembelajaran nanti mereka dicampur dalam satu kelas. Jadi tidak ada pembedaan antara yang beasiswa dan nonbeasiswa,” ungkap Niken. (abm/ziz/ Jawa Pos)

Comments
comment by Dr.Rin
Posted on 8 Agustus 2010 at 19:12

apa harus anak kurang mampu?

Leave a Response
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>