TIPS KELUARGA
KEGIATAN YANG MERANGSANG KECERDASAN DAN KREATIVITAS ANAK
Setiap anak lahir ke dunia membawa keunikan dan karakter yang berbeda. Ada yang memiliki jiwa seni tinggi, ada pula yang terlahir menjadi seorang pemikir.
Menggambar, melukis dan mewarnai adalah kegiatan yang tak lepas dari anak-anak terutama mereka yang berusia balita. Tak sedikit pakar pendidikan yang berpendapat bahwa menggambar dan mewarnai bisa membantu meningkatkan kreativitas anak. Bahkan berkaitan dengan dunia menggambar, ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengembangkan otak kiri dan otak kanan demi merangsang kecerdasan dan kreativitas anak, antara lain dengan :
- Bercerita dan Mendongeng
Sebagai orangtua, anda bias mendongeng atau membacakan sebuah cerita dengan topic tertentu pada anak, lalu mintalah ia membayangkan suatu tempat atau benda yang berkaitan dengan cerita tersebut. Kemudian, ajaklah anak untuk menggambarkan apa yang didapatnya dari cerita tersebut di atas kertas. Misalnya, anda menceritakan tentang kisah seorang pangeran dan putrid raja dengan musuh seekor naga. Ajaklah anak menggambarkan kastil, keadaan sekitar, pakaian, dan semua benda yang ada di sana sesuai dengan cerita yang baru saja didongengkan. Dengan begitu anda merangsang anak untuk berimajinasi, seperti menggambar mahluk mengerikan semacam naga yang sesuai dengan rekaannya.
2. Melukis atau Menggambar Model
Agar anak bias mengamati secara detil obyek yang akan digambarnya, akan lebih baik lagi jika anda sebagai orangtua menghadirkan model atau benda yang akan digambar. Jika anak ingin menggambar keadaan laut, tak ada salahnya jika sesekali mengajaknya bertamasya ke pantai, sambil membawa perlengkapan menggambar. Ajaklah anak menggambar dari apa yang dia amati sendiri, termasuk warna dan bentuk benda-benda di sekitarnya, seperti pohon, pasir, perahu, air laut dan lain sebagainya. Dengan demikian anak mendapat gambaran benda secara nyata saat menggambar obyek tersebut. Dan untuk lebih mengasah nurani anak, akan lebih baik lagi jika setiap gambar yang dibuat anak dilengkapi dengan cerita singkat yang ditulis sendiri olehnya. Walau sedikit, melalui tulisan singkat ini anak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam otaknya.
Posted by : myudi, sumber : Artikel KOMPAS, 27/4/08
Posted on 29 Mei 2010 at 21:57
[...] Baca Selanjutnya [...]