Arema Kalah tapi “ Menang ”
Meski Arema kalah 5 – 4 atas Tim All Star ISL (Indonesia Super League) Arema Indonesia dinilai memenangkan pertandingan pasalnya pemain binaan dari Arema Junior Dendi Santoso satu-satunya pemain lokal yang berhasil mencetak gol.
Dalam duel yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang ini, All Star sudah unggul 2-0 hanya dalam waktu 13 menit. Gol pertama All Star dicetak oleh striker Korea Selatan, Park Jung Hwan pada menit ke-9.
Empat menit kemudian, giliran Top Skor ISL Aldo Barreto yang menjebol gawang Singo Edan. Tendangan spektakuler pemain asal Paraguay itu dari sisi kiri pertahanan Arema gagal dijangkau Kurnia Meiga.
Ketinggalan 2 gol, Arema mencoba bangkit untuk menyerang. Hasilnya, pada menit ke-22 penyerang Singo Edan asal Slovakia, Roman Chmelo memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Empat menit setelah itu giliran Noh Alam Shah yang menjebol gawang All Star. Striker Singapura itu sukses menaklukkan Markus Horison lewat sebuah tendangan kaki kanan yang cukup keras. Skor berubah menjadi 2-2.
Sebelum babak pertama usai, Park Jung Hwan kembali menjebol gawang Arema pada menit ke-38. Gol kedua striker PSM itu merubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan All Star dan bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Aldo Barreto kembali menjebol gawang Arema. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti pada menit ke-47 gagal diantisipasi Kurnia Meiga sekaligus membawa All Star unggul 4-2.
Ketinggalan dua gol, Arema mencoba bangkit. Pada menit ke- 57 Roman Chmelo kembali merobek gawang Markus Haris Maulana hingga skor berubah 4 – 3. Tujuh menit berselang Striker Muda Arema Dendi Santoso menyamakan kedudukan menjadi 4 – 4.
Sebagai satu-satunya pemain lokal yang berhasil mencetak gol ke gawang tim All Star, Dendi yang masuk sebagai pemain pengganti perlu diberikan penghargaan khusus pasalnya pria kelahiran 16 Mei 1990 ini mempunyai karakter menyerang. Hal ini dibuktikan pada menit ke 64 berhasil mengejar ketertinggalan Arema Indonesia hingga kedudukan menjadi 4 -4.
Sayang hasil imbang ini tak mampu bertahan hingga pertandingan usai. Pasalnya, pada menit ke-71, karna kelengahan lini belakang Arema striker Persib asal Paraguay, Christian ‘El Loco’ Gonzales berhasil menjebol gawang Arema. Hingga wasit meniup peluit panjang skor tetap 4 – 5 untuk keunggulan tim All Star
Meski Kalah, Arema Indonesia masih dipayungi dewi fortuna pasalnya selain meraih gelar ISL tahun 2009 -2010 Kurnia Meiga Hermansyah terpilih sebagai pemain terbaik ISL, Pemain muda ini berhasil menyingkirkan deretan pemain-pemain unggulan dari ISL seperti Aldo Bareto, Piere njanka, Roman Chmelo dll. Selain mendapat prestasi itu Panpel Arema juga meraih predikat panpel terbaik sedang MC kawakan kota malang Ovan Tobing terplih menjadi MC terbaik ISL. (apry/bcoret)