|
KIMIA
|
Andai Dunia Tanpa Kimia 21 Maret 2011
Kata “KIMIA” sangat populer di masyarakat, semua lapisan masyarakat mengenal lima huruf tersebut. Sebagian besar masyarakat akan mengatakan bahwa KIMIA itu berbahaya. Tapi betulkah opini yang sedang berkembang di masyarakat tersebut? Coba sekarang renungkan, saat kita tertidur, ketika kita bangun tidur dan saat harus tidur lagi” apa yang kita butuhkan?. “Udara” sangat dibutuhkan seseorang ketika dia tertidur pulas, tanpa adanya udara seseorang akan tidak bisa bangun lagi. Udara yang dibutuhkan pernafasan manusia terdiri atas unsur kimia yaitu gas oksigen O2 . Tanpa adanya senyawa kimia O2 maka dialam tak akan ada kehidupan di dunia ini. Kehidupan tidak hanya pada kebutuhan bernafas saja, tetapi untuk makan, minum, kesehatan, industri, dan pada era globallisasi pola hidup masyarakat dituntut serba praktis dan instan. Contohnya manusia jaman sebelum Masehi sudah mengenal tradisi membersihkan gigi setelah makan. Sekitar tahun 3500 SM suku bangsa Sumeria di Babilonia menggunakan menggunakan duri landak, tulang binatang hingga ranting kayu untuk membersihkan gigi mereka. Sementara bangsa Arab terbiasa membersihkan gigi dengan cara mengunyah ujung batang kayu. Dan mereka biasa menggunakan batang pohon Salvadora Persica atau kita mengenalnya dengan siwak. Sementara Indonesia sendiri menggunakan sabut kelapa untuk membersihkan gigi. Pada tahun 1770 William Addis dari Inggris, memperkenalkan sikat gigi dengan bentik seperti saat ini dari bahan bulu hewan. Penemuan ini disempurnakan pada tahun 1938 sikat gigi berbahan nylon sudah mulai diperkenalkan. penggunaan bulu binatang pun mulai ditinggalkan karena dinilai kurang higienis, selain tidak terlalu bersih dan gampang terlepas. Pengunaan sikat gigi akhirnya disempurnakan dengan menggunakan pasta gigi, yang berfungsi menjaga kesehatan dan keindahan gigi. Zat pem,bersih atau Zat abrasive ini membersihkan lapisan yang mengotori gigi tanpa merusak gigi itu sendiri. Zat abrasive yang digunakan umumnya kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium dioksida ( TiO2) , serta kalsium hidrogen fosfat. Zat lain yang ditambahkan adalah zat pewarna dan aroma. Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk sikat gigi dan pasta gigi tersebut adalah semua tergolong bahan kimia. Bisa dibayangkan jika bahan kimia tersebut tidak digunakan dalam pembuatan sikat gigi dan pasta gigi. Betapa tidak praktisnya manuasia jika ingin memberikan gigi, harus menebang pohon siwak, pohon kelapa atau bahkan berburu binatang dulu untuk membersihkan gigi. Kehidupan tidak berkembang, pola hidup manusia hanya akan disibukan dengan hal-hal yang statis saja. Di bidang makanan dan minuman kegunaan bahan kimia sangat penting sekali. Contohnya garam dapur merupakan zat tambahan makanan alami, sangat esensial untuk keperluan tubuh sebagai sumber natrium (banyak fungsinya untuk mengontrol fungsi organ tubuh). Garam dapur adalah senyawa natrium klorida (NACl), bentuknya berupa hablur-hablur putih, berasa asin, mudah larut dalam air. Garam dapur ada yang higroskopis (menyerap air) karena bercampur dengan magnesium klorida (MgCl). Garam dapur juga ditambahkan zat lain yang berguna untuk kesehatan (pertumbuhan), yaitu iodium, sehingga disebut garam beriodium. Gula pasir diperoleh dari olahan tebu, merupakan sumber energi dan digunakan sebagai pemberi rasa manis dan bahan pengawet makanan. Dalam bahasa kimia gula pasir adalah sukrosa yang terdiri atom-atom anomer unit glukosa dan unit fruktosa berikatan. Unsur kimia sukrosa terdiri dari unsur karbon, Hidrogen dan Oksigen. Unsur penyusun gula dan garam tersebut semua adalah unsur-unsur kimia. Berita terbaru, bencana tsunami miyagi di Jepang, yang berakibat meledaknya reaktor nuklir Jepang. Radiasi ledakan nuklir samapai pada 30 kilometer dari pusat ledakan, radiasi di rasakan diudara dan saat ini merambah ke makanan dan minuman. Kalau kita lihat proses ledakan nuklir adalah reaksi fisi atau reaksi pembelahan atom-atom unsur Uranium. Unsur Uranium memecah-mecahkan dirinya sehingga menimbulkan energi yang besar melebihi ledakan dari 500,000 dinamit. Bahaya radiasi yang ditimbulkan ledakan nuklir tersebut diyakinin akan bisa diatasi dengan reaksi-reaksi kimia. Betapa besarnya manfaat kimia di dunia ini, dunia tak akan bisa merasakan hal-hal inovatif di bidang makanan, minuman, obat-obatab dan kesehatan. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat melalui ilmu kimia. Sebab kimia sangat dekat dengan kehidupan kita,oleh sebab itu sangat menarik sekali jika kita bisa belajar tentang kimia. Karena dengan kimia kita akan lebih berguna bagi kehidupan di dunia ini. Dunia tanpa kimia akan hampa, tidak berkembang, peradapan manusia akan sangat konvensional dan stagnan. Lebih-lebih lagi, kimia sangat berperan dalam solusi keseimbangan ekosistem alam ini. Penulis : Lusia Andriani, S.Pd. (Kepala Sekolah SMK Putra Indonesia Malang) Tinggalkan komentar |